Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

seketika seluruh ruangan bergetar, dan dari pusat cahaya terdengar suara lembut, campuran dari gema lama dan energi baru: > “Kau datang lagi, Penjaga. Apa kau ingin menyalakan atau memadamkan dunia?” Raffa menjawab pelan, “Aku cuma mau dunia tetap punya hati.” Cahaya itu berdenyut keras, lalu mereda perlahan. semua sistem berhenti, layar padam satu per satu. angin dari luar masuk menembus ventilasi, membawa dingin yang anehnya menenangkan. Proyek Refleksi gagal hari itu. tapi di antara kepingan data yang belum sempat terhapus, sebuah simbol baru muncul di pojok terminal utama: pola lingkaran ganda — dua cermin saling berhadapan, dengan satu celah kecil di tengah. tulisan kecil di bawahnya be
101.4K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Pantulan itu lenyap, tapi gema kata-katanya masih menggantung di udara. 6. Jalan Terbuka Saat semua cermin pecah, aula bergetar. Dari lantai muncul jalan bercahaya, menuju pintu besar yang berkilau. Suara bergema di udara: “Kalian telah menghadapi bayangan diri. Tapi hati yang retak masih ada di antara kalian. Simfoni Abadi hanya akan mengalun… jika kejujuran menjadi kunci.”
101.3K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Di tengah lagu, muncul gelombang suara yang bukan musik: "Aku di antara nada. Aku pecah saat chorus kedua. Aku ingin kembali menjadi satu nada." Karina duduk di piano tua di pojok ruangan. Ia mulai memainkan lagu itu ulang, perlahan. Saat ia memainkan chorus kedua, seberkas cahaya muncul dari tuts piano, melesat ke arah buku tamu. Fragmen kedelapan kembali. --- Catatan Keempat - Cermin yang Tidak Memantulkan Wajah Toilet warung memiliki satu cermin besar. Selama ini dianggap biasa, tapi malam itu, Karina melihat bayangannya bergerak sendiri.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Luka Yang Tak Pernah Selesai

Luka Yang Tak Pernah Selesai

Dari dalam kamar, terdengar suara benturan keras, lalu keheningan panjang. Hujan di luar berhenti. Kota tenggelam dalam sunyi. Dan di dalam apartemen, hanya satu layar laptop yang menyala samar. Menampilkan pesan baru di folder “Mirror_03”: “Dua dari tiga sudah kembali. Waktu untuk refleksi terakhir.”
10987 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Melodi yang kupetik adalah kelanjutan dari puisi yang baru saja kubacakan: tentang musim dingin yang panjang, salju yang menutupi tanah, pohon yang tetap berdiri tegak meski rantingnya hampir patah, dan harapan yang tetap hidup di bawah lapisan es yang tebal. Tak lama, suara bisik-bisik yang sempat ada lenyap sepenuhnya. Para pelayan yang hendak bergerak melayani pun berhenti diam di tempat, mata mereka terpaku pada sosokku yang duduk tenang di tengah aula. Anggur di gelas tampak berhenti bergerak, dan cahaya lilin seolah menari mengikuti irama yang tercipta.
10701 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.6K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Booking Terakhir

Booking Terakhir

Tangan Naya, tapi bukan milik Naya yang asli, melainkan versi refleksinya. "LARI!" Sera berteriak senyaring mungkin. Aula langsung kacau balau karena refleksi refleksi mulai merangkak keluar dari cermin. Mereka semua tampak seperti versi yang menyimpan kebencian, penyesalan dan rasa iri. Yang pertama kali keluar adalah refleksi Mira dengan tatapan penuh amarah. "Kamu yang ninggalin Lena." Kemudian refleksi itu langsung menerjang Mira yang asli.
10469 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

"Sebelum membuat pernyataan, aku ingin kalian melihat sesuatu terlebih dahulu." Ketika aku menekan tombol, layar besar mulai menampilkan gambar. Awalnya hanya foto Tristan, Rayna, dan Reisha yang sedang liburan indah. Kemudian, foto-foto itu meningkat levelnya, menjadi foto mesra Tristan dan Rayna. Ruangan sontak hening. Para wartawan lupa berbicara, hanya kamera mereka yang terus memotret.
3.7K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

dan menyodorkan mikrofon ke tangan mereka. "Meskipun takdir berliku ...." Ketika menyanyikan bagian chorus, Axel tiba-tiba berbalik menghadap Windy. Lampu-lampu berwarna di ruang karaoke memancarkan bayangan di matanya. "Karena cinta, hati tak mudah terluka." Tatapan Axel begitu fokus sehingga jantung Windy berdebar kencang. Ketika menyanyikan lirik "aku masih tetap bisa tergila-gila padamu kapan pun itu", Windy buru-buru meletakkan mikrofon dan berkata, "Aku ke kamar mandi dulu!"
15.3K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Cahaya itu membentuk sebuah cermin—cermin yang sangat besar, memperlihatkan refleksi Chen Long. "Ujian terakhir adalah Ujian Konfrontasi Diri," jelas Penjaga. "Kau harus bertarung melawan dirimu sendiri—atau lebih tepatnya, melawan bayangan dari semua kemungkinan dirimu yang lain. Jika di suatu titik dalam hidupmu, kau membuat pilihan yang berbeda, bagaimana kau akan menjadi? Bayangan-bayangan itu akan muncul dan menantangmu."
618.6K viewsCompletedAdded to Library 390 Times as chamber of reflection lirik
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status