Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

"Kenapa halus putih Bu gulu? Nanti gak kelihatan dong telus kalau kena becek jadinya cepat kotol. Key kan gak mau." "Ya udah ganti warna hitam aja." Keylan menelengkan kepalanya ke arah berlawanan, menarik crayon hitamnya yang sisa setengah dan menjejerkannya dengan crayon putih juga pink di tangannya. "Kenapa halus walna hitam Bu jadinya kan gelap. Key gak suka gelap kalena banyak hantunya. Makanya kalau di kamal Key sukanya nyalain lampu tidul yang ada bintang-bintangnya hadiah ulang tahun pembelian Mama bial gak ketakutan dan nyusahin Papi yang capek sehalian kelja."
104.4K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as contoh crayon
Read
+Library
Bias Cinta

Bias Cinta

Ia tahu, percuma saja mengomel panjang lebar pada Bian karena bocah itu juga tidak akan peduli. “Ambil aja crayonnya,” timpal Bita memprovokasi, “biar nggak bisa mewarnai lagi!” Tatapan Cibi beralih cepat pada meja kecil yang digunakan Bian untuk mewarna. Begitu melihat tumpukan krayon yang berantakan di sana, ia tidak membuang waktu. Dengan gerakan sigap, Cibi menyapu semua krayon itu masuk ke dalam kotaknya dan mendekapnya erat di dada.
10114.2K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as contoh crayon
Show Reviews (40)
Read
+Library
Aurora Aurora
Asli kocak karakter Cinta sama Dinda, wajar ya Cinta begitu, ceplas ceplos, 11, 12 sama Dinda ... Tapi sayang BANGET, berharap Dinda bisa jadian sama Althaf... hiks.. hiks.... kenapa malah Althaf tetep sama Ranu...
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam, waaaah ada Om Indra.” Rika berseru senang. Dia urung protes pada papanya saat melihat Indra mengangkat kantong di tangannya. Dia bersorak saat membuka kantong itu dan melihat isinya satu set crayon warna dan boneka kuda unicorn yang bisa bergerak sendiri. “Terima kasih, Om.” “Sama-sama, Sayang.” Indra mengelus kepala Rika. Dia lalu meletakkan punggung tangan di kening anak itu dan mengangguk saat merasakan suhu tubuhnya sudah tidak terlalu tinggi.
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 603 Times as contoh crayon
Read
+Library
Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Ia mengganti lembar demi lembar, membiarkan pikirannya mengalir bebas tanpa batas. Setiap coretan tampak acak, tetapi sebenarnya saling terhubung membentuk satu konsep besar. Meja kerjanya perlahan dipenuhi sketsa dan catatan kecil. Lyra berhenti sejenak, lalu menuliskan sebuah judul di bagian atas kertas dengan lebih jelas. “Chromatic Luxe: The Art of Color.” Matanya menatap tulisan itu, seolah sedang memastikan maknanya benar-benar ia pahami.
1057.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as contoh crayon
Read
+Library
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

tanya Alea lembut, tidak memaksa. Ethan mengangkat bahu, tetapi ia mulai mengambil krayon dan menggambar di kertasnya sendiri. Pelan-pelan, bentuk-bentuk muncul di halaman itu, sebuah bola, sebuah pohon, dan sesuatu yang menyerupai rumah.
98.6K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as contoh crayon
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Anak di Bumi itu—anak yang menggambar pintu dengan krayon—dia telah memicu sesuatu yang tidak bisa kita hentikan. Dia bukan sekadar pembaca. Dia adalah 'The First Dreamer' dari generasi baru. Dia menggambar bukan karena ingin melarikan diri, tapi karena ingin mengundang kita masuk ke dunianya." Nara melihat ke arah telapak tangannya. Pena cahaya yang ia serahkan dulu kini muncul kembali, namun bentuknya telah berevolusi. Ia tidak lagi terbuat dari cahaya perak metalik, melainkan terbuat dari kristal transparan yang di dalamnya terdapat pusaran warna-warni dari 'Ide yang Belum Lahir'.
965 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as contoh crayon
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Meninggalkan Kael bersama sekretarisnya. “Kakak punya snack buat Kael! Mau?” Rachel berusaha menyedot perhatian Kael kembali. Dia menunjukkan satu keranjang berisi snack sehat produksi dari salah satu anak perusahaan Ganesha. Tapi Kael tampak tak tertarik. Jangankan tertarik, melirik pun tidak. Tidak menyerah, Rachel menunjukkan sesuatu lagi. “Kakak punya crayon dan kertas gambar. Kakak juga punya clay, sama lego.”
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as contoh crayon
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Aurora tampak semangat memakai seragam sekolah seni: rok tartan merah, blus putih dengan pita kecil biru laut, dan topi baret yang sedikit miring ke kanan. “Siap jadi pelukis hebat, nona kecil?” tanya Mateo sambil mengacungkan jempol. Aurora mengangguk mantap. “Siap! Tapi… boleh bawa crayon warna emas?” tanyanya sambil membuka kotak peralatannya. “Boleh dong,” jawab Aileen, menyelipkan sekotak kecil crayon ke dalam ransel Aurora yang bergambar bunga sakura.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as contoh crayon
Read
+Library
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Jarinya hampir mustahil bisa memakai pena dan tinta cair yang membutuhkan posisi khusus agar bisa membentuk tulisan. Graphite lebih mudah, masih bisa menghasilkan coretan meski berada dalam posisi yang tidak benar. “Hebat sekali!” Tili pun memuji dengan tulus saat melihat huruf terbentuk di kertas itu. Ia tahu Celandine berlatih menulis, tapi tidak menyangka hasilnya akan secepat ini. Tentu tidak sempurna seperti tulisan Darian yang rapi—besarnya tidak sama dan miring—tapi terbaca.
1020.8K viewsCompletedAdded to Library 456 Times as contoh crayon
Read
+Library
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Panggil aku kalau sudah siap. Fikri memeluk Sisi, tak lama kemudian, Lia mengeluarkan sebuah papan gambar. Lili mengikuti di belakangnya dengan membawa satu tas besar berisi pensil warna. Ini bukan pensil warna air, melainkan pensil warna kayu. Bagaimanapun di taman kanak-kanak Sisi menggunakan pensil warna kayu, atau krayon, kalau tiba-tiba diganti dengan pensil warna air, dia pasti tidak akan terbiasa.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as contoh crayon
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status