Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arisan Bodong Keluarga

Arisan Bodong Keluarga

Namun sayang alam tak mendukung, gerimis mulai turun. " Hujannya tambah gede loh Vi, daripada kebasahan mending aku antar kamu " Adrian kembali bersuara. Novia pun tampak bimbang di sisi lain dia tak mau kehujanan. Mana tak ada tempat berteduh angkot pun tak ada yang berhenti. Untuk pesan ojol pun akan menunggu lama apalagi hujan seperti ini. " Baiklah, ini karena mau hujan saja ya " jawab Novia malu malu sambil berjalan ke arah pintu mobil.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

Tes … Tes … Tes … Tetes demi tetes rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Langit malam yang awalnya cerah terang benderang sinar rembulan, tiba-tiba saja berubah diselimuti awan mending yang berwarna hitam pekat. Tentu saja, tetes air hujan yang menyentuh tubuh Qiao Zhi Jing seketika membangunkannya dari lelapnya. Meskipun Qiao Zhi Jing telah menutupi kendi air itu dengan penutup papan kayu, tetapi air hujan tetap berhasil menembus celan papan. Reflek Qiao Zhi Jing membuka netranya seraya menyentuh pipinya yang basah karena tetesan air hujan. “Hujan? Apa lagi ini? Aisshh … .” Suasana hati Qiao Zhi Jing sangat kesal. Terlalu banyak hal yang menimpanya. Ia sangat frustasi.
1019.6K viewsCompletedAdded to Library 392 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Hanya Wanita Pengganti

Hanya Wanita Pengganti

Pasti suasana akan ramai dengan canda tawa kebahagiaan. Hujan turun membasahi bumi. Miracle yang baru saja keluar mandi, dan mengganti pakaiannya dia melihat hujan dari balik jendela. Sesaat senyum di bibir Miracle terukir melihat hujan. Sejak kecil Miracle menyukai hujan. Bahkan jika dia mencium aroma tanah yang terkena air hujan pun, Miracle begitu menyukainya. “Aku jadi merindukan Indonesia.” Miracle bergumam pelan seraya terus menatap hujan di luar.
1025.0K viewsCompletedAdded to Library 500 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Apa sandi itu juga menempel di tulisanku? Aku membuka dokumen lama dari folder “Karya” hasil simpan otomatis dari blog lama yang dulu sudah kuhapus. Ada satu esai yang paling sering kubaca ulang saat gelisah: “Jalan Samping yang Kita Lalui Saat Menunggu Hujan.” Kubuka. Teksnya sederhana: tentang menunggu, tentang orang-orang yang selalu memilih berjalan di pinggir agar tidak basah oleh cipratan motor. Tidak ada yang mencurigakan. Tapi aku coba membacanya sambil menghitung jeda. Tiba-tiba kalimat-kalimat itu seperti berjalan dengan kaki yang jarang kusadari: begitu banyak tiga kata yang diselingi dua kata; begitu banyak frasa yang berakhir di huruf yang sama lalu diulangi tiga baris kemudian.
742 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Harsa menulis jurnal di buku tua peninggalan neneknya. *** Langit desa diguyur hujan sejak pagi. Udara terasa lebih sejuk dari biasanya, membuat embun masih setia melekat di jendela kayu kecil rumah Harsa. Di dapur, aroma jahe dan kayu manis menguar dari teko tanah liat yang mendidih pelan di atas tungku. Harsa duduk berselonjor di kursi rotan di teras. Perutnya yang mulai menonjol membuatnya lebih lambat bergerak, tapi tetap saja dia menikmati hujan seperti dulu—tenang, damai dan penuh kenangan.
784 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Hujan tipis menyambut mereka ketika keluar dari mulut gua. Langit sore berwarna kelabu, seperti kain tua yang lembap. Aroma tanah basah bercampur dengan bau logam darah masih menempel di hidung Raka. Ratna berjalan pelan di sisinya, langkahnya goyah. “Kita… berhasil, kan?” suaranya hampir tak terdengar, tertelan oleh deru hujan.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

“Aku tidak bisa tidur, Sarah. Aku takut jika terlelap, mereka akan mengambil alih tubuhku. Mereka akan menulis cerita mereka sendiri lewat tanganku. Dan aku tak akan sanggup menghentikannya.” Sarah memeluknya. Ivan terdiam. Angin pagi berhembus, menggugurkan daun trembesi kering di sekitar mereka. “Sarah,” bisik Ivan setelah hening yang panjang. “Hmm?” “Kau ingat novel pertamaku?” Sarah mengangguk. “Cinta di Bawah Hujan. Tujuh tahun lalu. Langsung laris.”
780 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

“Yah sudah, tunggu apalagi? Ayo kita … mandi hujaaan ….” Saat itu, pertama kalinya aku keluar dari rumah dan merasakan, bagaimana rasanya, ditimpa air yang jatuh dari langit dengan jumlah yang sangat banyak. Begitulah yang tergambar di benakku, ketika pertama kalinya melihat hujan. Pikirku, rasanya akan terasa sakit. Tapi? Hmm … dingin? Basah? Ya, rasanya aneh, tapi seru, hahaha. ***
108.0K viewsOn holdAdded to Library 225 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

Foto itu memperlihatkan dirinya yang sedang tersenyum lebar di bawah cahaya yang indah. “Ini...” gumam Alice Hari ini. Hujan terus turun derasa seperti hari kemarin. Alice yang sedang berada di dalam rumahnya itu merasa kedinginan di waktu yang bersamaan. Dirinya sekarang sedang memandangi hujan di balik jendela kamarnya. Dengan tatapan yang melihat semuanya seolah sedang tidak baik-baik saja. Saat ini, dirinya merasakan perasaan yang sama seperti dahulu. Alice terus memandangi ke arah jendela sampai pada akhirnya dirinya memutuskan untuk melanjutakan membaca bukunya. Di bawah suara hujan yang menggema, dirinya membaca buku yang berjudul “Perjuangan Wanita” di dalam buku tersebut berisikan p
5.3K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as contoh teks ulasan novel hujan
Read
+Library
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

ucapnya lirih saat melihat arloji di pergelangan tangan, lalu melangkah masuk ke dalam toko. Rain menggemari novel dengan nuansa thriller psikologis, romansa, dan buku-buku kesehatan, juga resep masakan. Saat tengah asyik membaca sampul belakang sebuah buku, tak sengaja seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga tahun menabraknya. “Hai… hati-hati, Sayang…” ucap Rain dengan nada hangat, penuh kelembutan.
10494.7K viewsCompletedAdded to Library 15.8K Times as contoh teks ulasan novel hujan
Show Reviews (44)
Read
+Library
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status