Bangkitnya Dokter Agung
Ia segera menatap Sera dan bertanya dengan nada serius, "Sera, apa kau masih ingat detail mimpi itu?"
Sera menggeleng pelan. "Tidak." Ia mengusap sudut matanya sebelum melanjutkan. "Aku hanya tahu garis besarnya, tetapi sebagian besar kejadian di dalam mimpi itu sudah kabur. Anehnya, meskipun aku tidak bisa mengingat detailnya, perasaan yang kurasakan di sana masih sangat jelas."
Tatapannya perlahan meredup. "Kesepian, keputusasaan, rasa sakit, dan penyesalan itu terasa begitu nyata sampai sekarang."
Hot Chapters