Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

bisiknya lirih di kulit telinga Nayara. Nayara mengatup bibir bawah, menahan air mata. “Mas yang jaga dunia itu.” Dr. Melisa menambahkan, “Keduanya sehat, tumbuh sempurna, detak jantung kuat, dan—” Ia memperbesar gambar, tampak kedua bayi saling mendekat. “Lihat ini.” Baby A menyentuh tangan Baby B. Nayara langsung menangis pelan.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Pistol Badai telah terlempar ke semak-semak di tepian pasir, dan dia sekarang menghadapi Babu, pria bertubuh raksasa dengan otot seperti pahatan batu, nafasnya berat seperti kereta api tua. Badai berdiri, terhuyung, pasir menempel di kening dan pipinya yang berdarah. Babu tersenyum miring, darah segar menetes dari bibirnya. "Kau petarung bagus," gumamnya dalam logat inggris yang berat. "Tapi sangat di sayangkan Kau harus berakhir pagi ini. Badai menatap dan mengangkat tinjunya, lalu bersiap. "Kita buktikan, kawan! Siapa yang berdiri di sini."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

"Sehat. Lu?" "Alhamdlillah sehat. Kabar lu gimana?" Sementara dua orang itu mengobrol, Saipul terbengong. Kepalanya bolak-balik sebentar menengok BJ, sebentar menengok rekannya. Dia bingung, mau sampai kapan dua badut di depannya selesai berbasa-basi menanyakan kondisi masing-masing? Antara tak sabar dan gemas, Saipul mencolek Apip.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Taring Putih Dari Barat

Taring Putih Dari Barat

Dengan kemunculan suara itu, setiap kelompok orang yang ada di tempat itu langsung saja menoleh untuk melihat dari mana datangnya suara libasan yang bisa begitu menyakitkan bahkan hanya saat di dengar. Saat kelompok orang itu sudah menoleh ke satu arah, mereka akhirnya bisa melihat dua pemuda tengah beradu libasan dengan membabi buta. Kelompok orang yang melihat hal ini menjadi ngeri sekaligus bingung. “Ada apa dengan mereka? Mengapa mereka terlalu semangat?” “Bukan kah mereka memang sering tidak sependapat? Wajar jika mereka melakukannya dengan sedikit dendam,” kata yang lain dengan relevan.
9.973.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ampas tahu
Saya sarankan para pembaca sekalian membaca novel ini menggunakan koin bonus atau lewat iklan saja untuk coba-coba. Agar kalian tidak merasa dirugikan saat tahu bahwa novel saya tidak sesuai dengan apa yang kalian suka. terimakasih semuanya !!!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dua pasangan itu saling tatap. "Gencatan senjata?" Sandy bertanya pada Nadine. Rafael bertanya pada Sita bersamaan. "Kompak amat!" balas Nadine dan Sita barengan. "Nah iya apa bukan?" "Enggak tu," sambar Nadine. "Terus apa?" "Rekonsiliasi," sahut Sita dan Nadine, kembali secara berjamaah.
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
BABI NGEPET di Kampungku

BABI NGEPET di Kampungku

Dengan suara serak nyaris hilang terbawa angin, Tiara mengatakannya sembari menunjuk kaca jendela. “APA?!” Kedua orang tuanya saling pandang. Pak Rahman lalu segera menutup gorden rapat-rapat. “Tuh, apa saya bilang. Ada babi besar banget, kan?” sela Bian. Meski dia pun ikut takut sekarang, ada rasa puas karena akhirnya dia bisa membuktikan tentang melihat babi besar itu lewat Tiara. Namun, Bian dan Tiara pasti lebih takut lagi jika tahu kalau itu bukanlah babi biasa. Melainkan babi jadi-jadian.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Di Antara Bos dan Bayinya

Di Antara Bos dan Bayinya

"Sayang, makasih sudah mengundang kami. Kami dengan senang hati akan datang." "Kalau begitu, aku nggak akan ganggu kalian lebih lama lagi. Kami tunggu besok ya." Setelah berpamitan dengan pasangan itu, Itha melihat rumah paman dan bibinya dari kejauhan. Johan dan Imel sedang duduk di tangga teras depan. Samuel mengikuti arah pandang Itha, lalu melontarkan pertanyaan, "Kamu mau mampir menemui paman dan bibimu?"
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Dicintai Dua Sahabat

Dicintai Dua Sahabat

batin Keysha bingung. Dari kejauhan tanpa disadari mereka berdua ternyata kedua orang tua mereka juga melihat apa yang mereka lakukan. "Bukankah mereka terlihat cocok" seru Rayen berkomentar. "Kau terlalu cepat menilai Rayen" sambung Karta yang juga melihat adegan putrinya bersama putra kedua rekan bisnisnya itu. "Ya itu hanya kalimat yang terlintas"
8.84.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
HILANGNYA SIFAT MANJA ISTRIKU

HILANGNYA SIFAT MANJA ISTRIKU

Bibi dan Ibas rupanya telah ada di sana. "Bibi!" Keduanya menjerit bersamaan. "Maaf Pak, Bu. Saya sama mas Ibas mengintip. Habisnya penasaran," kata Bibi. Lalu keempatnya pun tertawa penuh bahagia.
9.8249.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

"Yah, meskipun akhirnya kalian babak belur seperti ini." "Tak apa. Tidak babak belur, tidak lakik!" sela Baduga kemudian tertawa. Tawanya itu sampai merambat pada anak didik mereka sendiri. Lantas kedua sepuh itu saling memandang satu sama lain. Saling berbicara melalui isyarat mata mereka. Komunikasi itu berakhir saat Dwara menganggukan kepalanya. Baduga pun memulai perkataanya.
1019.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai dua babi sedang bertatapan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status