Talak Aku, Mas!
ujar Marlina.
Aku mengangguk lega, "Oke deh. Kalau begitu aku bisa tenang. Aku sebenarnya bisa sedikit bahasa Thailand cuman nggak terlalu fasih."
"Yah, kamu kan memang bisa banyak bahasa, Ra. Tapi sebenarnya itu bisa sih kita pakai buat jadi nilai plus kita," ujar Anindia.
Aku menoleh dengan tatapan malasku pada orang yang jadi bos di perusahaan ini, "Boleh. Tapi naikkan gajiku dua kali lipat."