Suami Pelarian
gerutuku sembari melempar potongan mentimun ke arahnya.
"Hahaha," Yudis tertawa sangat puas. "Kamu bisa bahasa Inggris, 'kan? Dan kemampuan tata bahasamu bagus, 'kan? Bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris."
"Memangnya kerja apa?" tanyaku balik. Sepertinya tawaran Yudistira menarik. Mengapa bisa kebetulan sekali, ya? Aku memang selama ini bekerja sebagai penerjemah. Inikah yang namanya pucuk di cinta, ulam pun tiba?
ตอนยอดนิยม