Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PART-TIME

PART-TIME

Ia benar-benar ingin mati saja hari ini. Hari itu pula yang membuatnya takut untuk masuk ke sekolah. Ia hanya mendekam di kamarnya yang luas. Sepi, mustahil terdengar suara seorang wanita yang membangunkannya atau memintanya sarapan pagi. Itu sangat mustahil. Rumahnya yang begitu luas dan penuh interior mahal tetapi sangat sunyi. “Sudah satu bulan rupanya dia tak pulang.”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as from home
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedprendmine5
sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as from home
Read
+Library
Penghuni

Penghuni

Cahaya matahari masuk menerangi setiap sudut ruangan. Tidak ada lagi bayangan gelap di sudut plafon, tidak ada bau anyir, dan tidak ada hawa dingin yang menusuk tulang. Rumah ini sekarang tak lebih dari sekadar bangunan tua biasa yang butuh banyak perbaikan. Garis polisi berwarna kuning masih melintang di area dapur, melarang siapa pun masuk ke sana. "Ndi, angkat ujung kasurnya yang bener dong! Berat nih!" omel Heru sambil mengangkat kasur busa dari kamar depan.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as from home
Read
+Library
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku nggak kepikiran sejauh itu, tapi kalau menurutmu itu yang paling pas, it’s okay.” Butuh hampir seharian penuh untuk membereskan semuanya. Saat matahari mulai condong ke barat, apartemen itu akhirnya mulai terasa seperti rumah. Kardus-kardus sudah jauh berkurang, rak buku terisi, dan kasur terpasang rapi. Malam itu, mereka memilih memesan makanan, terlalu lelah untuk sekadar memikirkan masak. “Besok aku mulai kerja lagi,” kata Arsen sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
10780 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as from home
Read
+Library
Hestia

Hestia

Ya, tempat bazar bersebelahan langsung dengan satu-satunya pasar di komplek perumahan tersebut. Di kusen bawah ventilasi tertempel papan kayu bertuliskan “Singgah Bentar.” Patra tertawa melihat nama branding tempat yang tidak babibu untuk menyuruh orang-orang mampir. “Desain sama atmosfernya nostalgia banget,” celetuk Patra sembari memperhatikan Talia yang sedang memesan slot nonton layar tancep.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as from home
Read
+Library
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

"Tah, kok masih dekil aja?" Suara Bu Marni memecah keheningan pagi ini, menyelinap masuk ke telingaku tanpa permisi. Aku baru saja selesai menyapu halaman depan rumah, berniat merapikan tempat yang akan kujadikan kedai kecil. Tapi, seperti biasa, kata-kata pedas Bu Marni lebih cepat datang daripada niat baik orang lain.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as from home
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

Bayangan Sosok Ibuk yang memasak di dapur, menyiapkan makan, dan duduk diteras depan rumah mulai kuingat kembali. Mas Andy mulai menjelaskan banyak hal yang telah berubah selama aku pergi. Dari minimarket yang sudah menjamur di sisi jalan, Bioskop yang dekat dengan rumah, hingga beberapa tempat makan yang aku tidak pernah dengar namanya. Dia juga menjelaskan terkait kenapa dia masih tinggal ditempat itu bersama Istrinya, kakak iparku. Padahal sudah diberi rumah sendiri oleh mertuanya di pusat kota.
673 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as from home
Read
+Library
A HOME FOR REI

A HOME FOR REI

Ciara bukan tak menyadari, gadis dibelakangnya terlihat begitu fokus pada apapun yang sedang Catlyn lakukan dengan ponselnya, 'but whatever, tak ada untungnya bagiku. "Welcome to my home sweet home, Cat," ucap Ciara membuka lebar pintu apartemennya, "kau bisa gunakan kamar itu dan panggil saja jika butuh sesuatu. Aku akan ada di kamarku jika kau tak melihatku dimanapun." Catlyn mengangguk, "thank you, Ciara." "Your welcome, Catlyn. Oh, one more thing, jika kau lapar atau haus ambil saja apapun yang ada didalam kulkas."
105.3K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as from home
Read
+Library
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Reva menatap disekitar, banyak bunga-bunga yang tertanam, ada juga pot-pot bergantung di depan rumah. “Mau masuk lagi?” ajak Roy, Reva menghembuskan nafasnya sambil mengangguk-anggukan Kepalanya. “Ayo.” Roy mengandeng tangan Reva, membuka pintu rumah tersebut. Terlihat rumah itu yang sangat rapi, seluruh barang tertutup oleh kain putih untuk mengurangi debu menempel di barang-barang. “Apakah kamu juga merubah ini? Tanya Reva, melihat ada perubahan dari sedikit desain rumah tersebut.
16.6K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as from home
Read
+Library
Reset

Reset

Dia akan tetap buat perhitungan. Saka berhenti tepat di bawah rumah pohon dekat perkampungan belakang kompleks rumahnya. Dia ambil ponselnya mencoba menghubungi Iqbal. Sialnya, Iqbal tidak angkat. Saka berteduh di bawah pohon, menyenderkan tubuhnya berusaha sebanyak mungkin menghirup oksigen. Dia tidak sadar kalau sedang berada di area perkampungan kumuh. Dan dia baru sadar juga kalau di atasnya ada rumah pohon yang tidak terawat. Iseng Saka ingin naik ke atas, tapi baru naik satu tangga, dia berhenti. Saka mendengar musik dari atas, lagu pop rock menghentak.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as from home
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status