Bisikan Tengah Malam
"Aku lebih punya otak darimu, si bapak kandung mereka! Aku masih bisa berpikir mengirimi mereka orang untuk jadi penjaga rumah! Aku bahkan terus memikirkan mereka saat bapak mereka sibuk mengasah kelaminnya ke lubang kemaluan peyot milik nenek mereka!"
Hendra menelan ludah, dia cuma sibuk meringis sambil memandangi kepergian Prana.
***
Samsuri membuka pintu kamar itu, lalu menyuruh Samiran masuk. Pria tua itu mengangguk, lalu bergerak mendekati dipan antik dari kayu jati itu.
Sukemi terkulai di kasur, dengan selimut tebal menutupi sampai ke dada. Keningnya penuh koyo, dan tercium bau minyak sereh dan parem kocok dari tubuhnya.