Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Kenapa aku tidak bisa bergerak? Ia mencoba menggerakkan tangan dan kakinya, tetapi tubuhnya tetap kaku, hanya matanya yang bisa bergerak dan mengamati sekitar. Ketika pandangannya turun ke arah lonceng, ia terkejut mendapati sesosok bayangan duduk di dekat lonceng tersebut. Sosok itu adalah seorang pria, dengan wajah pucat dan tubuh yang tampak lemah, mengenakan pakaian rumah sakit yang lusuh dan penuh noda darah.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang

Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang

Aroma anggur mahal dan parfum bunga bercampur dalam udara yang hangat dan lembap. Bangunan tiga lantai itu berdiri megah dengan atap genteng hijau mengkilap dan pilar-pilar kayu jati yang diukir dengan motif naga dan phoenix. Rong Tian melangkah masuk dengan tenang, tanpa ragu sedikit pun. Jubah putihnya yang bersih kontras tajam dengan kemewahan yang berlebihan di sekelilingnya. Penampilan Rong Tian yang muda dan tampan segera menarik perhatian. Beberapa gadis pramuria yang sedang berdiri di pintu masuk langsung menatapnya dengan mata berbinar.
9.720.9K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as gedung rumentang siang
Show Reviews (14)
Read
+Library
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Alam. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam Atas, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Jimmy Chuu
Meskipun membaca buku ini bisa menjadi buku mandiri, namun Lore dari kisah : Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang adalah : 1. Warisan Artefak Kuno 2. Pewaris Kultivasi Iblis - Raja Kelelawar Hitam 3. Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang
Read All Reviews
Istri Kontrak Sang Miliarder

Istri Kontrak Sang Miliarder

Siang yang Suram Siang itu, Jakarta diselimuti mendung tebal. Aluna berdiri di depan gedung tua tiga lantai yang catnya sudah mengelupas. Bangunannya tampak kosong, sepi, dan menyeramkan. Tangannya menggenggam ponselnya erat sambil menatap pintu besi karatan di depannya. Ia menelan ludah, menahan rasa mual dan takut yang menyerang bersamaan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Sambung Dayang menunduk kebawah tidak berani menatap wajah Ajeng. "Ah, tidak masalah kita kan berjalan disore hari bagaimana mungkin Prabu bisa melihatnya? Lagian letak Bhumi dengan kediaman Jendral terbilang sangat jauh." Ajeng terlalu keras kepala, kalau sudah begini Dayang bisa apa. Mereka pun berangkat dengan tandu yang ditarik oleh kuda, disekiling tandu ada begitu banyak prajurit bertumbuh kekar menjaga keamanan Ajeng.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

Menuntun tungkainya menapaki sebuah restoran yang dibangun di atas jembatan Dongjak dengan pemandangan malam yang spektakuler. Tiba di sana Jihye disambut oleh dua orang staff yang begitu ramah mempersilakannya masuk. Alunan musik dari piano di ujung ruangan mengalun lembut, menghadirkan suasana romantis dalam dirusan temaram lampu-lampu yang berada dalam ruangan tersebut.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Dia yang lemah, dia yang penakut, dan dia yang tak seperti manusia pada umumnya. Jam dua pagi, Jim masih bertahan menahan matanya sambil menghitung kertas-kertas yang dibuat sedemikian rupa, menjadi sebuah pajangan dinding kamar, sangat antik dan unik. Hanya orang sabar dan terlatih yang bisa menghasilkan karya serumit itu. Namun, di menit ke dua puluh setelah jam dua dini hari, Jim tak bisa bertahan. Dengan kondisi yang masih bersandar ke dinding matanya mulai meredup tak bisa melawan kantuk.
1023.3K viewsCompletedAdded to Library 651 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
Pesona Hantu CEO

Pesona Hantu CEO

"Tidak terlalu jauh. Kau bisa melihat gedungnya dari sini." Pria tua itu mengangkat tangannya, menunjuk ke arah depan. Roura mengikuti arah telunjuknya, dan di kejauhan, ia bisa melihat sebuah gedung besar yang gemerlap oleh lampu. Roura memicingkan mata, berusaha mengenali bangunan itu. Tapi tetap saja, ia tidak tahu tempat macam apa itu. Namun dalam perjalanan, Pak Jansen tiba-tiba bertanya dengan nada serius.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

Aku segera mengelap debu di buku itu dengan telapak tanganku. Nanti saja aku lihat-lihat lagi. Hari sudah semakin siang, nggak asik jalan-jalan kalau hari sudah terlalu siang. Aku segera mengeluarkan kursi roda Eyang, lalu memasang gembok gudang kembali. Kali ini, kunci gudang aku kantongi. Aku lihat Bi Lasmi sudah kembali menjemur kain yang belum tuntas dijemur.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 144 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“JADI,” “SIAP-SIAP, MANEH NGAN BISA NGADOA, MANEH BISA UNTUNG LAMUN MANEH BISA NINGGALI PANON POE ISUKAN. (KAMU HANYA BISA BERDOA SEKARANG, KAMU AKAN BERUNTUNG APABILA KAMU BISA MELIHAT MATAHARI PAGI ESOK HARI.)” *** Duagggg Sebuah pukulan telak dari makhluk besar berwarna merah yang Mang Ba'a panggil untuk bertarung dengan Buta Jangjang kini membuat tubuhnya yang sudah hancur berubah jadi pasir.
10126.6K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as gedung rumentang siang
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

Karena tak bisa membujuk sang mantu untuk membelikannya, mau tak mau Romlah harus membobol celengan untuk membeli gelang yang lebih bagus dan gramnya lebih gede daripada tetangganya itu. Gelang sudah melingkar manis di tangan. Tinggal tancap aksi bertemu tetangga sekaligus pamer agar Maemunah tahu jika ia selalu unggul darinya. “Mpok Siti, gula pasir seperempat dong!” pesannya saat ibu-ibu sedang berkumpul termasuk Maemunah. “Ini, Nyak.” Siti menyodorkan gula yang dibungkus kantong plastik transparan.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as gedung rumentang siang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status