Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Dan Gino membiarkan Agista kembali ke meja restoran kembali. "Ayo cepat makan!" titah ibu Monika pada Agista ketika kembali duduk di kursinya. Agista malah bengong karena bingung cara makannya seperti apa. Kebetulan Gino sudah sampai juga di sana, Gino sangat peka jika Agista tak tahu cara makan ala masakan jepang. Gino memberi tahu Agista dengan memegangkan tangan Agista pada kedua sumpit dan menjepit makanannya. Setelah itu Gino pun menyuruh Agista melihat cara dia menikmati makanannya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Istri Manis Tuan Jicko

Istri Manis Tuan Jicko

Dia sempat mengulum senyum tipis. “Coba buah ini, Kak.” Ameera menyodorkan potongan shine muscat ke mulut saudaranya. Pria itu langsung melahapnya. “Manis kan, Kak?” Gino mengangguk setuju. “Manis sekali.” “Coba yang satu ini juga, kak. Ini anggur gede dari Jepang.” Ameera menyodorkan potongan buah lainnya. Anggur merah yang besarnya dua kali dari anggur biasanya.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tak Pasti

Hati Yang Tak Pasti

“What was that? Bos lo agak nyeremin.” “Dia sejelas itu naksir sama elo, Zra. Can you see that?” kata Gia sembari menyuapkan satu sushi ke dalam mulutnya. “Congrats, you have a sugar mommy.” Ezra langsung mendengus. “Not funny, Gianina.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Linked Evolution

Linked Evolution

sahut Eiji “Ara, mulut yang manis ya. Aku sedikit tertarik denganmu~” ucap Shino dengan tatapan menggoda Eiji saat itu sedikit tertegun, karena sifat Shino yang cukup frontal secara tiba-tiba. Sedangkan Jirou melirik ke arah Eiji dan berganti ke arah Satsuki. Dia sontak terkejut dalam batinnya ketika melihat Satsuki dengan aura membunuh terpancar keluar mengarah kepada Shino.
1012.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Ikhlasku dengan takdirku

Ikhlasku dengan takdirku

Saga pun mengekor di belakang Gio. Saat sedang membeli minuman Saga yang tengah nikmat menenggak air yang berasa manis itu, ekor matanya tak sengaja menangkap seseorang yang dari tadi di carinya. Ya mereka adalah Laras dan Vijar yang tengah menikmati semangkok baso yang tak berada jauh di depannya sedang Gio sedang membayar minuman tak melihat kemana-mana. "Kak, itu mereka". ucap Saga mengguncang lengan Gio setelah minum.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dengan cepat, Bayu kembali menutup pintu dan melangkah ke arah meja kerja, tanpa menoleh sedikit pun pada wanita tersebut. "Hai, Sayang. Aku sudah bawakan sarapan untukmu," tutur Siska sembari meletakkan sebuah tas bekal di atas meja. Setelahnya, wanita itu mendekati Bayu dan mulai merangkul leher si laki-laki sambil melayangkan rayuan mautnya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Gina

Gina

Nasib terlalu jahat pada Gina, kesempatan bahagia seakan terlalu cepat terenggut, wanita itu meninggalkan dunia ketika hatinya sedang sedih, ketika dia sedang dalam masalah, ketika dia sedang berada di ujung harap mengenai hidupnya sendiri. Suara pintu terbuka membuat Mahesa sediki terperanjat, Danan yang membuka pintu ikut terkejut juga. “Emang kenceng banget ya tutupnya?” Tanya Danan kemudian, Mahesa terdiam mengamati pria tinggi yang memakai setelan kemeja polos dengan kresek kuning di tangan kanannya itu perlahan mendekat padanya. “Aku tahu kok yang mana Salmon, jadi gak kirim fotonya.” Ucap pria itu sambil menyimpan kreseknya di depan Mahesa dan kemudian berlalu pergi meninggalkannya se
102.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Ucapan terima kasih dariku Nyi Mas Srinti, untuk Sekar Wangi. (30 tahun lalu, aku Nyi Mas Srinti seorang penari jaipong, ditemukan mati mengenaskan di pinggir sawah, tanpa sehelai kain yang menutupi, dengan bibir yang penuh busa racun, tujuh lelaki itu telah mengambil kehormatan dan nyawaku. Kini aku bangkit lagi demi membalaskan dendam dan demi menjaga kehormatan gadis jaipong Sekar Wangi). Astaga, mimpi apa lagi ini, mengapa seperti tampak nyata, lagi-lagi mimpi tentang Nyi Mas Srinti, dan aku pun terbangun dari ranjangku, menatap sekeliling, dan ternyata sudah pagi hari.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

Gadis yang tadi membawa bejana bunga menyerang dengan cepat dan menebas dada dua ninja perempuan. Silver menganga. “Heisu?” “Kau bersenang-senang di sini dengan para gadis, hah?” sindir Heisu. “Sano dan Saito—kalian...?” Silver merebakkan air mata senang. Ketiga gadis shinsengumi itu mengalahkan empat gadis ninja dengan mudah. Setelah mereka terkapar di lantai dan ranjang, Heisu mendekati Silver dan menyelimuti tubuh pemuda itu dengan kimono.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

Tumben banyak omong sama orang asing dan sok ramah. Gadis itu merebut keranjang di tangan Kuranji. “Bisa saja buah ini beracun. Kamu mau mati sia-sia?” Cepat-cepat Kirai mencomot satu buah dan langsung memakannya. Hingga beberapa kali gigitan, gadis itu tetap berdiri kokoh. “Lihat! Tidak terjadi apa-apa padaku. Buah ini tidak beracun,” tegas Kirai. “Aku dan kakakku sengaja menyimpan buah-buahan ini sebagai persiapan.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai gin no saji
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status