Tawa anak tengah malam
Arman tersenyum tipis, lalu berjalan perlahan mendekati gudang.
Pintu kayu berderit pelan saat dibuka. Aroma debu bercampur kayu lembab langsung menyergap indra penciuman mereka. Gudang itu gelap, penuh dengan tumpukan barang lama. Karung, kursi rusak, peti kayu, dan beberapa perabot yang sudah gosong terbakar.
Bima menyalakan lampu senter di ponselnya. Suaranya terdengar gemetar, “Bro, aku rasa ini bukan ide bagus. Kayak ada yang ngikutin kita soalnya.”
인기 회차