Kinari dan Benang Waktu
Ia melihat apa yang membuat Kael, Lucia, dan semua orang menahan napas: kehampaan—kosong yang bukan sekadar tidak ada.
Di balik hitam itu bukan jiwa yang hilang, bukan wajah yang menolak; hanya satu amarah murni, tanpa cerita, tanpa tujuan selain menghancurkan.
Kinari menarik napas panjang, hatinya mencuri rasa terhadap makhluk-makhluk yang pernah ia panggil: “Tharumen,” ucapnya dalam hati, “aku mengikatnya, bukan memakannya.”
Hot Chapters