Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tulang wangi

Tulang wangi

Dan pagi ini, rasa penasaran itu kembali menarik gua untuk membuka halaman tersebut. Pagi yang cerah ini memberi gua semangat—bukan pada realita kehidupan, melainkan pada ilusi yang hampir merampas batas kewarasan malam tadi. Jemari gua bergerak luwes namun tergesa, membalik halaman demi halaman. “151…” Halaman yang semalam membuat gua kehilangan rasionalitas. Saat sampai di halaman 149, gerakan gua melambat. Gua membaliknya perlahan.
514 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Di tangannya, ia membawa sebuah bungkusan kecil yang dibalut kain tenun kasar. "Permaisuri, maafkan kelancangan saya," ucap wanita itu sambil membungkuk dalam. "Kami tahu Anda tidak butuh harta kami, tapi kami semua mengumpulkan ini. Ini adalah Batu Embun dari dasar gua-gua kami. Jika Anda merendamnya dalam air, air itu akan memberikan kekuatan bagi mereka yang kelelahan karena sihir." Aurelia menerima bungkusan itu dengan tangan gemetar. Batu Embun adalah komoditas langka yang biasanya dijual rakyat jelata dengan harga tinggi untuk bertahan hidup. Memberikan ini padanya adalah pengorbanan besar.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Nikahi Aku atau Aku Mati

Nikahi Aku atau Aku Mati

Flashback Off Semburan asap dari kretek sengaja ia hembuskan sekencang mungkin. Kumpulan karbondioksida, hydrogen sianida dan benzena yang jumlahnya ribuan itu sebenarnya telah menyebabkan batuk berkali-kali. Namun, telinganya pura-pura tuli. Hati dan pikiran si empu sedang tidak di tempat. Ia mengelana ke tempat sang pujaan berada. “Di sini kamu rupanya?”
3.5K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Bukan Istri Sah

Bukan Istri Sah

“Mama benar-benar koma, tapi bukan lumpuh. ATAU, mama memang sempat lumpuh, tapi sudah bisa jalan lagi.” Banyu menunduk sejenak, lalu mendongak dengan menghirup udara sejuk di pagi hari yang masih belum tercemar polusi. Membuangnya dengan perlahan, seolah tengah menyingkirkan semua hal yang beberapa waktu ini menggantung di kepalanya.
10133.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as inteligensi embun pagi
Show Reviews (37)
Read
+Library
Sophia Setiawan
Digantung lg dan dibikin penasaran terus, tapi tetap bahagia krn dpt update-an terbaru. Makasih n Lop u banyak2 mba beb... Didoa'in selalu sehat dan selalu semangat nulisnya.. Sukses terus buat Author kesayangan ...
Dindra kaysan
Mbaaakkkk Bebeeeb..... bolak balik buka GN cm nunggu up nya blom juga eng...... Ini udah siang loh mbak, rezeki dipatok ayam nanti.... hahahaha buruan atuuuh up nya gak sabar baca part bucinnya Mas Banyu...
Read All Reviews
Cinta Sebening Embun Pagi, Kini Sirna Ditiup Angin

Cinta Sebening Embun Pagi, Kini Sirna Ditiup Angin

Tiga tahun setelah menikah kembali dengan Dimas Aryatama, Sania Prameswari secara tidak sengaja bertemu dengan Dimas dan wanita simpanan barunya di Klub Cakrawala Malam. Di bawah cahaya lampu kristal, Dimas sedang bersandar santai di sofa kulit, ujung jari kirinya menjepit sebatang cerutu, sementara tangan kanannya dengan santai merangkul seorang wanita yang mengenakan gaun tradisional. Hadiah-hadiah mahal menumpuk seperti gunung di hadapan wanita itu. Hadiah-hadiah itu sudah pernah dilihat Sania beberapa hari sebelumnya. Dimas secara khusus terbang ke Valencia dan membelinya di sebuah rumah lelang. Beberapa hari lagi adalah hari ulang tahun pernikahan mereka, jadi Sania sempat mengira kalau
956 viewsCompletedAdded to Library 33 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Satrio Sang Penguasa Wanita

Satrio Sang Penguasa Wanita

Energi inti dari Putih semalam telah merestrukturisasi seluruh kedewasaan mentalnya. Di balik kemejanya, liontin giok terasa sejuk, menjadi kekuatan baru yang kini bersemayam di dalam otaknya: kemampuan membaca celah pikiran manusia dan kecerdasan IT yang telah melompat jauh melampaui batas jenius.
9.6K viewsOngoingAdded to Library 258 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

Suara pedas dosen penuh rajahnya kembali singgah di telinganya. "I-Iya, Pak. Maaf. Selamat sore teman-teman. Perkenalkan nama saya Embun Pagi Nauljam. Saya berasal dari Bukit Dua Belas Sarolangun Batang hari. Senang bisa belajar dan bertemu dengan teman-teman di sini." Embun merangkapkan tangan di dada dan menundukkan sedikit kepalanya. "Embun pagi? Untung nama Anda bukan hujan deras atau pun banjir bandang ya?!"
1030.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Dari kalimat itu, ia bisa merasa bahwa ada rahasia besar yang luput dari pengetahuannya. Beberapa saat kemudian, Andrean bangkit dari duduknya. Sinar matahari pagi yang hangat menyapanya. Embun pagi di ujung dedaunan tampak bening berkilauan di terpa cahaya mentari. Embun yang menyejukkan, seperti Embun yang akan ia lamar. Semoga ini akan menjadi awal hari-hari yang indah baginya.
10476.2K viewsCompletedAdded to Library 16.2K Times as inteligensi embun pagi
Show Reviews (66)
Read
+Library
yenyen
bagus tapi karena chapternya banyak dan karakternya juga banyak, mending bacanya harus marathon, skip seminggu lupa lagi ini siapa ya aditya? siapa ya mirinda? hehehe.. but overall bagus dan memperkenalkan syariat islamnya mantap, dan menjelaskan bukan agamanya yang salah tapi individunya yng bermas
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

“Ada Yang Mulia, hanya saja bahan utamanya berada di Kekaisaran Song.” “Kekaisaran Song…” Kaisar berpikir sejenak, “Aku akan mencoba meminta bantuannya. Apa bahan utamanya?” “Akar Putih Muda yang dipanen sebelum matahari terbit, harus masih menyimpan embun dingin malam. Inilah inti dari Embun Fajar, karena mampu menarik keluar panas racun dari darah,” jelas Tabib Luo.
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 356 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Semesta ini tidak butuh waktu miliaran tahun untuk menjadi indah; ia mekar dalam hitungan detik mengikuti lagu anak-anak tersebut. Lia menciptakan samudera-samudera pertama di planet-planet baru. Samudera ini tidak berisi air (H2O), melainkan berisi Liquid Intuition. Siapa pun yang menyentuh cairan ini akan langsung tahu segala sesuatu tentang masa depan dan masa lalu.
910 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status