Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

Aku hanya bisa menatap cangkir kopi yang mulai dingin. Karena ternyata, orang yang kita abaikan dengan alasan “nanti aja” bisa berubah jadi orang yang udah gak bisa kita ajak ngobrol lagi, meski cuma buat bilang, “Maaf.”
2.2K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Berganti rasa kesal yang membuatnya ingin meledak. “Pak! Kalau mau bicara itu di pikir dulu! Bapak yang minta untuk di buatkan kopi, kenapa harus saya yang di salahkan. Bapak juga tak memberi aku gambaran soal kopi seperti apa yang bapak inginkan. Jadi mana bisa saya membuatkan kopi yang sesuai dengan lidah Bapak. Maaf saja, saya bukan Dewa atau pun Tuhan. Saya enggak bisa tahu apa yang ada di pikiran Bapak kalau Bapak sendiri enggak mau kasih tahu. Jadi jangan asal menyalahkan orang!” protes Anita. Berharap Sagara mengerti dan paham. Namun, nyatanya Sagara tak terlalu peduli. Ia bahkan meminta hal lain pada Anita.
107.5K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Dosa Termanisku

Dosa Termanisku

Aku mengibas-ibaskan tanganku. "Lagian kenapa gak pakai cangkir aja sih!" Coki terbahak-bahak mendengarku menggerutu kesal. "Lagian, kopi mah harus diseduh pakai air panas, biar nikmat!" ucapnya santai.
1096.7K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Show Reviews (43)
Read
+Library
ꪑ ꪊ ᡶ ỉ
Kok aku jadi curiga sama Dito yaa. Dia malah suruh Anna nemuin mamahnya yg lagi sakit jantung, pemicu kemarahan mamahnya Dito kan Anna, ya pasti kumat lagi kah jantungnya. Jadi kaya sengaja gitu Dito supaya mamahnya kolaps terus meninggal terus udah deh ga ada yg jadi penghalang restu hubungan.
Sukmawati Dewi
Pak Ardi dan Anna adalah dua manusia yang terjebak dalam waktu yang salah dengan perasaan yang jujur. Perjuangan mereka tidak mudah bahkan harus berdarah-darah demi menjaga perasaan. Tidak ada seorang pun yang berhak menilai keputusan dan kehidupan yang dijalani karena itu sepenuhnya hak mereka.
Read All Reviews
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Raka angkat bicara. "Tapi kalau tanganku sampai jelek gimana? Emangnya situ mau tanggung jawab?!" Wanita muda itu berkeras dengan pemikirannya sendiri. Padahal kopi itu sama sekali tidak panas, hanya hangat. Sania sudah menyesuaikan tingkat suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi, agar orang yang meminumnya tidak melepuh lidahnya.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Istri Pengganti Tuan CEO

Istri Pengganti Tuan CEO

Ketika sedang membuat kopi, Alia bertanya-tanya apakah Adrian akan menemukan sesuatu yang salah dengan kopi itu dan mempersulitnya Untuk menghindari komentar menghina dari Adrian, Alia merasa perlu untuk mengingatkannya akan keterbatasannya dalam membuat kopi ketika dia menyajikan kopi itu untuk Adrian, "Pak Adrian, aku tidak pandai membuat kopi, jadi tolong maafkan aku jika kamu tidak menyukainya" ucap Alia dengan hormat
102.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Suamiku Mantan Casanova

Suamiku Mantan Casanova

Dia acuh, enggan merespon seseorang yang meminta izin untuk duduk di meja yang sama dengannya. "Kopi baru bisa dinikmati setelah diseduh dengan air panas. Akan tetapi kenapa kopi satu ini terasa dingin sekali ya? Padahal uap panasnya masih terlihat. Aneh," ucap Sean seraya mengulum senyum. (Menarik. Aku suka wanita cuek dan dingin seperti Nona ini. Biasanya mereka akan sangat ganas jika sudah naik ke atas ranjang. Hmmm.)
102.4K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Kenapa jarang? Bukankah kamu tinggal memeras setiap pria yang tidak ingin fotonya disebar olehmu?” “Aku tidak sejahat itu!” “Benarkah?” Ben meneguk segelas kopi susu miliknya yang ia pesan tanpa banyak berpikir. Rasa krim yang pekat serta pahit dari kopi yang samar seketika memenuhi lidahnya. Pria itu meringis. “Astaga. Bagaimana bisa kafe yang hanya menjual minuman penuh pemanis buatan seperti ini terus beroperasi?”
103.5K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Ia kembali menyandarkan kepalanya. “Kalau mau santai banget mas mau pesen kopi ya.” Alif menyeruput kopi hitamnya dengan perlahan. Menenangkan hatinya dengan pahit dari rasa kopi. Kopi favorit Alif adalah kopi pahit, baginya rasa pahit yang berasal dari kopi murni kejujuran dan apa adanya. Tak peduli jika ada gula maupun susu yang menjadi campuran, identitas kopi tak akan pernah hilang sedangkan gula dan susu bisa larut. Hidup pun demikian, kopi ibarat prinsip hidup, entah pahit ataupun manis yang dihadapi jika manusia memiliki tujuan dalam hidupnya maka ia selalu bisa melanjutkan hidupnya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Setelah Aku Mendua

Setelah Aku Mendua

Baru kali ini dia melihat Mahendra marah hanya karena hal sekecil ini. "Terus kenapa mesti tanya. Kalau aku menyuruh begitu seharusnya kamu udah bisa berpikir. Kalau kopinya masih panas kamu tinggal tambahkan gula. Jika kopinya sudah dingin ya sudah kamu buang atau kamu minum sekalian. Lalu kamu buatkan aku yang baru!" Kesal Mahendra "Begitu Saja Kok nggak bisa sih. Heran. Dulu siapa sih yang masukkan kamu di sini, hanya karena masalah kopi saja tidak becus!"lanjut lelaki itu.
17.5K viewsOngoingAdded to Library 524 Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Read
+Library
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

"Kopinya sudah mulai dingin. Tolong buatkan yang baru, yang rendah kafein, dan yang hangat. Dia takut dingin." Pelayan itu tersenyum kagum. "Baik, Pak." Dipo memindahkan cangkir kopi di hadapan Janice. "Jangan diminum. Setiap musim gugur kamu mudah kedinginan." "Terima kasih." Janice mengangguk lembut. Dipo tersenyum, tetapi matanya menatap ke arah kaki Janice yang bersilangan.
9.4930.8K viewsCompletedAdded to Library 27.0K Times as jangan salahkan kopi yang dingin
Show Reviews (192)
Read
+Library
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
butterfly
horeee posisi kedua ter POPULAR di Goodnovel jika dibandingkan dg novel berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia... semangat jason ja ice... ayo naik2 lagi yg mbaca... biar pd tau ni novel paling seru diantara Ed-Clara, Yohan Nabila, Hendro Weni n Dosenku itu paling nanti bab 500an turun rating wkw
Read All Reviews
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status