Tergoda Jerat Manis Sahabatku
jawab Wulan, kembali mengemas pupuk berwarna hijau di plastik putih satu kiloan.
“Bohong kamu!”
“E–nggak… sumpah! Aku nggak mikir apa-apa. Kok!”
“Kamu kangen sama Heru, kan?” sahut Sari sembari mencolek dada Wulan.
“Bukan… bukan… aku hanya kangen anakku aja, Sar. Sumpah!”
“Beneran, sudah nggak kangen sama Heru?”
“Bukan begitu, Sar. Kangen sama dia atau nggak itu gak penting lah,” jawab Wulan. “Emangnya kenapa sih nanya gituan?”