Penyamaran CEO Tanaka
Tempat Ardi pernah mengatakan bahwa rumah bukanlah tempat, melainkan orang yang membuatmu ingin pulang.
Ia tersenyum getir. “Lalu kalau rumah itu ternyata bukan milikku sejak awal?”
Ia menatap langit sore yang mulai memerah.
Ada perasaan kosong yang sulit dijelaskan — semacam kehilangan arah, seperti berdiri di persimpangan antara percaya dan ragu.
Malam itu, Adrian memutuskan untuk menulis lagi.
“Dulu aku ingin menyamar untuk belajar jadi manusia yang hidup dengan hati, bukan angka. Tapi kini aku justru takut — karena ternyata, hidup dengan hati berarti siap kehilangan segalanya.”