Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

Aku menoleh dan mendapati wajah tua yang mengernyit ke arahku. Tanpa melepas pandangan dariku, dia menyesap kopi hitam kesukaannya. Kopi yang dicampur dengan beras dan disangrai sampai berwarna hitam. Racikan ini dibuat sendiri oleh Mbok Darmi, pegawai yang bertanggungjawab makanan di rumah ini. Melanglang buana, ternyata tidak merubah selera kampung pada lidahnya. Kakek Haris selalu ditemani kopi hitam kental walaupun makanan pendamping adalah croisant atau roti lapis.
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

kata pak penghulu. Nathan memandang Eliza dan kemudian tersenyum. Sebelum Eliza menjadi istrinya saja, kopi buatan Eliza sangat pas di lidahnya daripada kopi buatan si bibi. Bahkan kopi buatan Eliza mengalahkan rasa kopi coffee shop terkenal. Sudah 1 Minggu tidak meminum kopi buatan Eliza, membuat Nathan pusing. Setiap kopi yang diminumnya, tidak ada yang pas dan seenak kopi buatan adik Eliza.
9.66.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150.7K kali sebagai kopi dulu
Tampilkan Ulasan (253)
Baca
+Pustaka
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Hasti Eka Puryanti
dari sekian banyak judul yg sama, semua bagus akan tetapi jenis cerita ini yang paling saya sukai dan tip banget buat saya, dr mulai alur ceritanya, karakter tokohnya, dan semuanya deh menarik, bikin penasaran jadii, thir jangan lama lama up nya yaa setiap hari 1-2 bab boleh Thor hehe.. terimakasih
Baca Semua Ulasan
Ifat

Ifat

Aku menunduk untuk kemudian meraih gelas kopi di meja tamuku yang masih baru. “Kamu minum apa, Jo?” Tanyaku, lalu meminum kopiku sendiri. “Kopi.” “Kopi apa?” “Hemm, anu, namanya sulit aku sebutkan, Fat.” Aku teringat ketika dulu diajak hang-out oleh seorang wanita di sebuah kafe dan menemui aneka macam olahan kopi di buku menu. Aku segera membantu Johan dengan menerka.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai kopi dulu
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

Sang murid bekerja menambatkan kuda-kuda mereka. “Bukankah kau cucu dari Juku Getir?” tanya Nenek Ayu Abadi. “Benar, Tetua,” jawab Semuri seraya tersenyum ramah. “Aroma kopi musang luwak,” ucap Nenek Ayu Abadi yang pernah minum kopi itu, menandakan dia kenal dengan Tabib Juku Getir. “Buatkan aku dan ketiga muridku.” “Baik, Tetua,” ucap Semuri patuh.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
My Pain Killer

My Pain Killer

Kembali dia menghirup minuman itu perlahan. "Dulu zaman Belanda, hasil biji kopi harus diserahkan pada penjajah, pribumi yang ingin mencoba minuman ini terpaksa harus menyeduh daunnya yang sudah dikeringkan untuk menikmatinya." Aku menerangkan tanpa diminta.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
SUAMI KONTRAK, TAPI TIAP MALAM MINTA HAK!

SUAMI KONTRAK, TAPI TIAP MALAM MINTA HAK!

“Nggak. Cuma lucu aja lihat kamu serius banget sama kopi. Kayak dulu.” Kening Raya berkerut. “Dulu? Maksudnya kapan?” Dian buru-buru menyeruput kopinya lagi. “Ah, maksudnya waktu pertama kali kita ketemu, kan kamu juga lagi bawa kopi. Eh, itu kan,” Raya memotong, “Aku nggak ingat pernah ketemu kamu sambil bawa kopi.” Dian hanya tersenyum samar. “Mungkin suatu hari ingat.”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Mau minum apa? Teh? Air putih? Kopi? Atau soda?" "Apa itu kopi?" tanya Dewi Kembang dengan bingung. Midori juga bertanya, "Apa itu soda?" Millie sempat terpaku, lalu teringat bahwa kedua wanita itu berasal dari dunia kultivasi. Dia pun tersenyum dan menjelaskan, "Kopi dan soda adalah minuman yang biasa kami konsumsi di dunia fana. Kalian mau coba?" "Mau, aku mau soda," sahut Midori.
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.0K kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Namanya, Kalendra

Namanya, Kalendra

Sudah lama sekali kami tidak menghabiskan waktu bersama. "Nih, Mbak!" Aku tersentak. Tanpa sadar bahwa Kale sudah kembali dengan membawakan dua gelas kopi panas. "Kenapa enggak air putih aja?" tanyaku. Padahal aku ingin minum air putih segera, jika harus menunggu sampai kopinya menjadi hangat akan lumayan lama. "Soalnya saya pikir habis makan pasti ngantuk. Makanya saya lebih milih bikin kopi daripada air putih."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Kujual Suamiku di Status Facebook

Kujual Suamiku di Status Facebook

"Iya dong Mas. Duduk, Mas. Aku buatin kopi dulu." Kupu-kupu seolah-olah menari-nari di hadapanku. Suasana cerah, seperti hadirnya pelangi. Aku senang Diana kembali seperti semula. Dia baik dan perhatian lagi kepadaku. "Ini kopinya, Mas." "Terima kasih, Sayang. Kamu tahu aja Mas lagi butuh kopi." "Tentu dong, Mas. Aku ini istrimu yang sangat peka." Aku hanya terenyum sambil mengagguk. Lalu, menyeruput kopi. Nikmat.
1021.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 650 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

terang Leo. “Ya, udah putus sama Andin hampir enam bulan lalu,” jawab Akira seraya menyesap espresso-nya. Memang kopi pilihan kedai Morning Mist ini memiliki kualitas terbaik. “Kopi apa ini Leo, kok enak banget sih?”Akira terdistraksi dengan rasa kopi dan harumnya yang benar-benar menggugah indra penciumannya. “Oh, ini kopi Flores Bajawa. Gue dapet satu supplier yang oke banget. Mereka juga sudah mulai ekspor ke beberapa negara.” ujar Leo bangga.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 914 kali sebagai kopi dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status