Pungguk Merindukan Bulan
Lirih, setengah berbisik Welas berseru pada Kama, "Kama, hati-hati! Jaga dirimu baik-baik, ya? Aku doakan semoga masalah kamu segera selesai. Aku sedih Kama, melihatmu kacau seperti ini. Ah, aku jadi rindu Kama. Rindu dengan semua humor dan keceriaan kamu. Semoga semua baik-baik sa---"
"Aamiin. Cieh, Mbak Welas!" Sekar, adik kembar Welas yang baru ke luar dari rumah mau berangkat mengajar les privat, memangkas kata-kata seruan untuk Kama, "Cicuit, romantis banget sih, Mbak? Tapi sayangnya, Kama sudah pulang ya Mbak? Hem, hem kasihan!"
***
Hot Chapters