Si Bodoh Yang Mirip Cinta Pertamaku
Aku menjerit, rasa malu dan panik membanjiriku seperti air pasang.
Dia sama sekali tak peduli dengan perlawananku, lidah basah dan hangatnya sudah menyentuh area paling sensitifku. Seketika, aliran listrik yang menggelikan menjalar ke seluruh tubuh. Kakiku pun terasa lemas, tidak mampu melawan sama sekali.
“Jangan… jangan….” Aku terus memohon, suaraku bergetar hebat.
“Manis… manis sekali….” katanya dengan tidak jelas, lidahnya menjilati dan menghisap dengan liar, seolah sedang mencicipi madu paling lezat di dunia.
الفصول الرائجة