Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Lyra menyelesaikan balutan di lengan Kael, lalu ia duduk di lantai, bersandar pada lutut Kael. "Kita sudah sampai sejauh ini, Kael," ucap Lyra lembut. "Dari Lembah Sunyi, melewati pengkhianatan sekte, hingga menghancurkan singgasana dewa. Kadang aku merasa kita sedang berjalan menuju ujung sebuah buku."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as lyla lirik
Read
+Library
Bound by the Moon

Bound by the Moon

“Takdir… siapa yang menulisnya? Dan kenapa aku yang harus menanggungnya?” Suara hatinya menggema dalam sunyi. Ia teringat masa-masa saat ia hanya gadis kecil yang duduk di pangkuan neneknya, mendengarkan cerita-cerita tentang roh hutan, tentang cinta dan kehilangan, tentang bulan yang memilih. Tapi semua itu hanya dongeng, bukan? Langkah Lyra terhenti di sebuah batu besar, ditutupi lumut dan akar. Ia duduk, memeluk lututnya, membiarkan udara dingin malam membelai kulitnya yang menggigil.
732 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as lyla lirik
Read
+Library
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

"Ini... ini draf kematianku. Di versi ini, aku mati tertusuk panah saat menyelamatkan Rania di Bab 50." Dia meremas kertas itu dan melemparkannya ke lautan tinta. "Aku benci tempat ini." Lyra memimpin jalan, memegang kompas aneh yang jarumnya berputar liar. "Jangan baca apapun," perintah Lyra. "Kata-kata di sini adalah jebakan. Mereka adalah 'Apa yang Bisa Terjadi'. Fokus pada 'Apa yang Ada'."
1023.2K viewsCompletedAdded to Library 696 Times as lyla lirik
Read
+Library
Lara dan Jingga

Lara dan Jingga

Lara dan Jingga Penggunaan Bahasa: Baku Ada yang aneh dengan sikap Ralin akhir-akhir ini, dia terlihat tidak ada semangat hidup, matanya kosong dan tidak ada hal lain yang dia lakukan selain tidur lalu makan. Ibunya menatap Ralin penuh dengan tanda tanya, bagaimana bisa anaknya seperti ini. Ralin terlihat seperti frustasi sekaligus kebingungan. Entah apa yang terjadi, berulang kali ibunya menanyakan kepadanya, namun Ralin hanya mengatakan dia ingin tidur karena lelah. Diajak pergi pun gadis itu tidak mau, dia memilih meringkuk di kamarnya.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as lyla lirik
Read
+Library
Whispers of the Lost Princess

Whispers of the Lost Princess

potong Lyla, meski suaranya terdengar lebih lemah dari sebelumnya. Ayundria menggenggam erat tangan ibunya. “Aku ingin tahu siapa aku sebenarnya. Aku ingin melihat dunia. Bukan hanya dari jendela menara ini.” Hening. Api perapian padam, menyisakan hanya cahaya bulan yang menembus celah jendela batu. Lyla akhirnya berdiri, bayangannya panjang menjuntai di dinding. Ia menoleh sebentar ke arah Bill—sorot matanya masih penuh curiga, tapi juga pasrah. “Kalau begitu pergilah.”
10777 viewsCompletedAdded to Library 28 Times as lyla lirik
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Naira menatap Lira dengan tatapan tegas—seolah tahu waktu mereka hampir habis. “Cepatlah, Lira. Dunia sedang menunggu kalimat pertamamu.” Lira menggenggam pena cahaya yang muncul di udara, lalu menatap halaman emas di tangannya. Tangan kecilnya bergetar, tapi matanya tak lagi ragu. Dengan napas tertahan, ia menulis satu kalimat pertama yang keluar dari hatinya: “Tidak ada gerbang yang benar-benar tertutup bagi jiwa yang ingin pulang.”
101.3K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as lyla lirik
Read
+Library
Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

Menjadi Tawanan Takdir sang Alpha

Aroma mawar hitamnya kembali menguat, menantang wangi lavender dingin yang keluar dari tubuh Selena. "Dewanmu tidak memiliki kekuasaan atas hidupku, Selena," ucap Lyra dengan nada yang sangat mutlak. "Dan jika kau mencoba menyentuhku, aku akan memastikan mahluk di dalam diriku ini adalah hal terakhir yang kau lihat sebelum kau masuk ke neraka."
1.0K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as lyla lirik
Read
+Library
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

“Aku capek dengar kata ‘dengar dulu’. Kamu selalu bilang itu setiap kali aku mulai tahu kebenaran.” Nayaka mencoba menjelaskan, “Anak itu sakit, Ly. Aku cuma—” “Cukup, Nay!” potong Ayla, suaranya pecah. “Aku nggak tahu lagi harus percaya yang mana.” Lara menunduk, suaranya kecil, “Maaf, Ayla. Aku nggak bermaksud—” “Jangan minta maaf,” Ayla menatapnya tajam. “Kamu udah dapat yang kamu mau. Sekarang giliran aku yang pergi.”
1.3K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as lyla lirik
Read
+Library
LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

LUKA DI TEPI HATI IBU TIRI

Dan tanpa menunggu lama, Reva langsung menghampirinya sambil berkata, "Iya, Galih. Ada apa?" "Lihat!" kata Galih sambil menatap ke arah Revalina dengan tajam. Tatapannya seolah memerintahkan pada Revalina untuk berlutut dan membersihkan lantai itu. Dan Revalina yang sudah kelelahan pun tak ada pilihan lain selain meraih pecahan gelas itu dan membersihkan lantainya. "Tahu nggak Lih, bahkan pembantu rumah aku tahu caranya bikin jus, lebih enak dibandingkan ibu tiri kamu. Papa kamu dapat wanita seperti pembantu itu dari mana sih?"
101.7K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as lyla lirik
Read
+Library
Kontrak Cinta, Luka Nyata

Kontrak Cinta, Luka Nyata

Ia ingin menyangkal, tapi tenggorokannya terasa kering. “Apa maksudmu?” Lira menatapnya dalam, dengan mata yang sudah tahu segalanya. “Jangan pura-pura tidak tahu. Aku tahu namanya, Raga. Alya.” Hening. Dunia di sekitar mereka seolah-olah berhenti. “Aku tidak marah,” lanjut Lira pelan. “Aku hanya tidak mau hidup dengan seseorang yang mencintai bayangan orang lain. Aku tidak ingin jadi penawar rindu yang tidak pernah diminta.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as lyla lirik
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status