TETANGGA TAPI PANAS
sahut Ruby, mencoba membela diri meski suaranya agak bergetar.
Mbak Tari menghela napas, kacamatanya melorot ke ujung hidung. "Angka memang tinggi karena orang penasaran, tapi eksekusinya nggak sebanding sama tensi yang lo bangun dari awal. Di bab delapan belas ini, lo nulis adegan di meja kerja, kan?"
Ruby menelan ludah. "Iya, Mbak."
"Deskripsinya kayak robot, Ruby. Terlalu teknis," Mbak Tari mengetuk-ngetuk layar. "Gue butuh emosi. Gue butuh pembaca ngerasa kalau mereka itu si kepanasan."
ตอนยอดนิยม