Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hidup, atau setidaknya tampak hidup. Aira terdiam, air matanya bercampur dengan hujan di wajahnya. Ia ingin berlari keluar, tapi tubuhnya tak mau bergerak. Di meja, buku catatan itu terbuka dengan sendirinya, angin memutar halamannya cepat hingga berhenti di satu kalimat terakhir yang belum ia baca sebelumnya: "Jika aku datang saat hujan, jangan keluar. Karena bukan aku yang datang padamu."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
Red Shoes Murderer

Red Shoes Murderer

tanyanya pada Endrico. "Oh, untung Anda ingatkan, Pak. Nyaris saja aku lupa. Ini beberapa majalah bajakan yang aku ambil dari toko buku bekas. Penerbitnya DB Publisher. Sayangnya, perusahaan penerbitan ini sudah lama ditutup, Pak. Namun, buku-buku dan majalah terbitan mereka masih bisa ditemukan di toko-toko buku bekas." "Kalau begitu, pelaku bisa saja membeli majalah bajakan itu dari toko buku bekas, kan?" kata Kent, memastikan pendapatnya.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

File terakhir yang ia hapus berjudul “Sebelum Kau Pergi” Satu detik hening. Lalu layar laptopnya kosong, bersih seperti halaman pertama hidupnya yang baru. Dan di saat itulah, telepon berdering. Nomor asing. Nayla sempat ragu, tapi akhirnya menjawab. “Halo?” “Selamat pagi. Ini dengan Nayla Ramadhani?” “Ya, saya sendiri.” “Perkenalkan, saya Laila, editor dari Pustaka Aruna. Kami membaca beberapa tulisan pendek Anda di platform literasi daring. Kami tertarik menerbitkan karya Anda dalam bentuk kumpulan cerita.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
MENGAPA CINTA MENYAPA

MENGAPA CINTA MENYAPA

Nama-nama seperti Gadis, Femina, Suara Pembaruan, Kawanku, Sinar Harapan, Anita Cemerlang, Bahana, dan lain-lain mungkin masih lekat di telinga kita walau sayangnya beberapa di antara media tersebut nya sudah ‘almarhum’ saat tulisan ini dibuat. Penulis juga menulis belasan novel dan buku yang diterbitkan antara lain oleh Bhuana Ilmu Populer, Gradien, Kata Kita, Tristar. Lebih banyak menulis novel ber-genre komedi, penulis juga merambah ke genre adult romance dan action. Kondisi pandemi covid-19 yang memukul sektor penerbitan membuat penulis mulai berkarya di platfrom digital seperti yang sekarang ini Para Pembaca nikmati. Kendati sudah berkeluarga dengan dua anak, penulis masih produktif men
7.0K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. —Tere Liye— Sh*t! F*ck you, Vlad! *** Bersambung
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 621 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Mereka mempunyai seorang anak perempuan yang berumur selisih 2 tahun dengan Nazwa. Nazwa baru dua minggu menjalani masa KKN-nya ketika peristiwa itu terjadi. Hujan yang turun dengan lebatnya di sepanjang hari di minggu kedua bulan September itu membuat meluapnya air sungai yang berada di belakang rumah Abah Asep dan Ambu Tinah. Hujan kala itu disertai dengan angin kencang yang membuat warga memilih untuk berada di dalam rumah. Dan luapan air dari aliran sungai itu mengalir deras hingga merobohkan dinding rumah bagian belakang, tepatnya dinding bagian dapur.
6.4K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Aku lelah didera kenangan di masa lalu Jika saja terdapat mesin penghapus ingatan menyedihkan seperti yang pernah ditulis oleh Tere Liye di novelnya berjudul Hujan, aku mungkin akan membeli mesin itu dengan sigap. Karena aku merasa penat dengan segala kenangan yang melekat. Bahkan rindu pun terkadang menyakitkan, bahkan menimbulkan isak tangis, jika rindu hanya dirasa oleh satu pihak dan tidak ada rencana untuk bertemu. Terlebih jika rindu hanya berakar di dada, tanpa ada jawab akan sebuah rasa yang terus membara
107.4K viewsCompletedAdded to Library 244 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

Modus sama brian! Cahaya tertawa,”hahahah” “ngaco lu mana mau brian sama gw. Gw kan kasar!” Cahaya melirik kearah brian yang hanya tersenyum melihat obrolan cahaya dengan yuli. Cahaya kembali meneruskan,”Aku tiap hari baca buku-buku karya Tere Liye, Boy Chandra, sama Fiersa Besari.”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as penerbit hujan tere liye
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status