Antara Peran dan Perasaan
Keheningan menggantung, bukan karena tak ada yang bisa dikatakan, tapi karena kata-kata mereka sudah terlalu jujur untuk dipecah lagi.
---
Beberapa hari kemudian, sebuah percakapan kecil memunculkan kembali rasa reflektif itu.
Di meja makan saat sarapan, Alana—dengan polosnya—mengajukan pertanyaan yang membuat keduanya saling melirik.
"Mama, Papa... kenapa sih Mama sama Papa sering bilang dulu pernah ada ‘perjalanan panjang’?"
Nara meletakkan sendoknya pelan, menatap mata anaknya yang jernih.