Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

katanya, berusaha ceria. “Yang rasa vanila dan stroberi. Favorit Anda.” Ia mengangkat piring itu mendekat. “Kalau makan sesuatu yang manis, suasana hati biasanya membaik.” Diana terus mencoba membuat Marielle tersenyum kembali. Marielle menatap kue-kue kecil berwarna pastel itu cukup lama. Biasanya ia akan langsung mengambil satu. Biasanya ia akan tersenyum. Biasanya ia akan menggoda Diana karena terlalu memanjakannya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Untuk pertama kalinya hari itu, hati Nayara terasa agak hangat lagi. Begitu selesai, Dian mengambil kotak kue dari lemari, lalu memotong satu bagian pie yang masih utuh. Ia memindahkannya dengan hati-hati. “Nayara, tolong bawain ini untuk Devanka, ya. Dia juga suka pie apel kayak gini.” Nayara terdiam sejenak, tapi tak punya alasan untuk menolak. “Iya, Ma.”
109.4K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Terjebak Permainan Sang Presdir

Terjebak Permainan Sang Presdir

“Cih! Ingat umur kau Camelia. Kakak mana umurnya tua.” “Hush! Berisik!” Tak lama kemudian, Diana kembali dengan dua loyang pizza yang masih panas. Ada juga semangkuk penuh edamame, karena menurut Diana bagus untuk Manda selama menyusui. “Manda, Bintang mau ditidurkan atau gimana?” tanya Diana menawarkan bantuan. Manda menggeleng. “Paling sebentar lagi bangun, Ma. Dia sudah lama tidur.”
1018.7K viewsCompletedAdded to Library 746 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Mercusuar

Mercusuar

Denise berusaha menenangkan. "Biar gua tabok itu anak monyet. Enak aja main siram-siram." "Sorry. Gua khilaf." "TAIK LU!" "Udah! Jangan berisik. Si pecun dateng tuh!" Diana datang sembari membawa nampan dengan dua botol yang ujung sudah terlihat dari kejauhan. Lalu ia taruh satu persatu barang bawaannya, termasuk permen kacang yang dia bawa di dalam satu piring kecil.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Rambutnya diikat asal, dan ada noda tepung di pipi kirinya. “Kamu pulang lebih awal lagi,” ucap Diana sambil menoleh ke arah Daniel dan tersenyum tipis padanya. Daniel menyandarkan bahunya di bingkai pintu, lalu memerhatikan gerakan tangan Diana yang sedang mengayak tepung. “Aku lelah dengan angka dan layar monitor. Aku butuh sesuatu yang nyata. Dan itu hanya ada di sini.” “Kalau begitu, cuci tanganmu. Aku sedang membuat kue bolu mentega untuk camilan staf besok pagi,” sahut Diana sembari menunjuk ke arah wastafel dengan dagunya.
7.3K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

panggil Vera, suaranya datar bagaikan air dingin. Diana mendekat dengan langkah gugup. “Ya, Nyonya?” “Aku ingin kau melakukan sesuatu,” tukas Vera, sorot matanya menggelap. “Ambil kue pistachio lapis keju di lemari pendingin, kesukaan suamiku.” Sejenak, Diana tampak kebingungan. Napasnya bergetar kecil. “Tapi, Nyonya … bukankah makanan itu bisa membuat Nyonya alergi? Dulu Nyonya pernah muntah dan diare semalaman setelah memakannya.”
1039.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Jasmine langsung memotong kue cantik itu. Raut tenang Damian berubah kaku. Tangannya terlipat di depan dada. Tubuhnya ia sandarkan di kursi panjang kafe tersebut. “Saya yang tahu. Kamu kira kamu sehebat apa sampai Pierre tahu apa makanan dan minuman kesukaan kamu!” Jasmine mengerucutkan bibirnya. “Aku cuma nanya. Nggak usah ngegas juga jawabnya!”
1018.0K viewsCompletedAdded to Library 377 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Reon hanya akan membuat Ellena makin kesulitan dan membuat gadis itu akan memantapkan diri pergi dari Reon kalau Diana sampai tahu sosok yang dicium Reon depan umum adalah Ellena. Di belahan bumi yang lain, tepatnya di New York, Diana sedang menikmati makan siang di sebuah private club. Cahaya matahari siang menembus kaca, memantul di rambut kemerahannya yang disanggul rendah. Diana mengangkat garpu dengan elegan, memasukkan daging salmon ke mulutnya. Di samping wanita penuh wibawa itu, kediri seorang asisten pribadi yang mengenakan setelan biru navy—bernama Cindy.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Diana menatap layar ponsel yang hanya ada pesan chat dari Dita. Tiba-tiba ​ketukan di pintu membuyarkan lamunan. “Ya? Masuk!” kata wanita itu, suaranya mengalun lembut. Seorang pelayan masuk membawakan nampan. Seketika, hidung Diana bergerak-gerak menghirup aroma yang sangat nikmat. ​"Tempenya matang, ya, Bi? Pakai nasi anget, ‘kan?" tanya Diana bersemangat.
9.956.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
Bukan Cerita Dongeng

Bukan Cerita Dongeng

Seperti kejadian kemarin, Diana lemas dan tidak banyak bergeming setelah mengetahui sikap Wafa kini. Raihan menghela nafas kasar. Pusing. Tapi mendiamkannya juga tidak tepat. "Aku pesenin roti with caramel sauce ya. Manis bagus untuk tenaga," Diana menurut. "One bread with caramel sauce, please." Pinta Raihan pada pelayan. "Okey, wait a minute please." Pelayan itu segera menyiapkan pesanan. Sambil menunggu, Raihan menyodorkan air mineral ke arah Diana. Tatapan gadis itu masih kosong. Sepertinya batinnya tengah tercabik-cabik. "Sudahlah Di, kamu..."
18.5K viewsOngoingAdded to Library 665 Times as pinkamena diane pie
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status