Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengukir Impian Baru

Mengukir Impian Baru

Sudah dua malam ini tidurku tidak tenang karena laki-laki sombong itu. Penghancur masa depanku, perusak mimpi, dan pengekang kebebasanku. Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau tetapi aku harus mempertimbangkan reputasinya. Itu sama saja dengan aku tidak bisa melakukan apa pun sesukaku. Kalimatnya semalam hanya membuatku tambah pusing.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Via tampak cemas. "Kamu mimpi apa ? Tanya Jumirah. "Mimpi yang sama ma, Aku mimpi dia menyiksaku seperti dulu." Ujar Sita pelan , suaranya masih gemetar takut, Jumirah paham siapa yang dimaksud "Dia " oleh Sita. "Sudah, itu cuma mimpi, karena kamu terlalu memikirkan dan mengingat ingatnya." Ujar Jumirah menenangkan Sita. Sita menghela nafas berat, Via masih bingung.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Bimantara Pendekar Kaki Satu

Bimantara Pendekar Kaki Satu

tanya Bimantara sekali lagi. Tuan Putri benar-benar terpaku mendengar itu. “Aku... aku... aku tidak tahu,” jawab Putri Kidung Putih dengan lemas. “Dan sebelumnya aku pernah bermimpi,” lanjut Bimantara. “Aku mengejar seorang gadis. Aku memanggil-manggil dirinya dengan meminta dia menungguku. Namun gadis itu terus saja berlari dan tak pernah mendengar panggilanku. Apakah itu kamu?”
9.7426.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.7K kali sebagai puisi mengejar mimpi
Tampilkan Ulasan (100)
Baca
+Pustaka
Hakayi
Bimantara Pendekar Kaki Satu sudah TAMAT. Terimakasih untuk pembaca setia semuanya. Mohon maaf jika banyak kekurangannya. Kalian penyemangat saya. Jangan lupa baca novel saya lainnya: LEGENDA PENDEKAR BURUK RUPA. Love u all...
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Baca Semua Ulasan
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Karna aku hanyalah manusia biasa Tak mungkin bisa memeluk gunung Hanya bisa menikmati kemegahannya Tak mungkin bisa menggapai bintang Hanya bisa mengagumi keindahannya Bagaikan ilusi yang terbayang dalam angan Merangkai mimpi-mimpi Karna kuingin memiki hatimu seutuhnya Agarku bisa menam benih cintaku disana Dengan segala gejolak yang mendera hatinya, malam pun semakin larut dan esok dirinya juga harus mengantarkan sahabat yang dicintainya ke pesantren, Eguh akhirnya memilik untuk merebahkan tubuhnya di kasur untuk pergi menjemput sang bunga tidur.
96.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Mendekatlan sedikit demi sedikit Walau diam tanpa berkata Tapi mata dan hati cukup mengungkap rasa Mendekatlah sebisa mungkin, walau perlahan Sebuah puisi yang dikirim Abizar mampu menitikkan bening embun di matanya. Ia kini yakin dengan mimpinya. Ia akan ikut bersama Abizar, meniti mimpi di negeri para Nabi. Negri Arab yang berada di benua Afrika. Negri kelahiran Musa.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Bukan Mimpi, Aku Kembali

Bukan Mimpi, Aku Kembali

Aku harus meninggalkan dunia ini bersama bayi dalam perutku. "Maafkan ibu, nak. Ibu gagal membawamu melihat dunia ini." GELAP, SEMUA GELAP. Cuaca terasa panas. "Apakah aku masuk neraka?" perlahan aku membuka mata. "Ehh, Ini... Apa ini mimpi? Reinkarnasi? Keajaiban? Atau hanya ilusi?" Lemari kaca, kasur king size berwarna putih, foto jaman sekolah, aroma bunga lily.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Liriknya menceritakan perjalanan dua anak remaja yang mencari arti dari mimpi dan cinta, yang tersesat namun menemukan jalan pulang. Setiap bait membawa mereka kembali ke masa lalu—saat Luna hampir menyerah pada mimpinya, saat Adrian diam-diam menulis lagu tentangnya, saat keduanya terpisah oleh jarak dan waktu, namun tetap dihubungkan oleh irama.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Mengejar Impian

Mengejar Impian

Sambil berlalu ke kamarnya. Abdullah merebahkan dirinya di atas kasur dan melihat ke sekeliling kamarnya, dia melihat sebuah kertas yang ia tempel di dinding kamarnya, ia tatap tulisan yang berada di kertas tersebut, tulisan yang berisi semua impiannya, mulai dari masuk SMA favorit, Kuliah di Universitas ternama di Indonesia, Pengusaha Sukses, Membeli Rumah, Membeli Kendaraan mewah, Pergi ke Mekkah, Keliling Dunia dan sebagainya. Krek,,, krek,, srrt,, srrt (suara menyobek kertas)
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi mengejar mimpi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status