Mahar Kedua
Putri mengambil piring yang berisi seporsi soto khas acara nikahan.
“Kamu makan, ya! Mbak suapin, biar nggak lemes lagi, setelah itu kamu bisa cerita.”
Putri menyuapkan sesendok nasi kepada Naina. Meski bukan saudara dekat, Putri sudah menganggap Naina sebagai adik kandungnya. Hal ini berawal saat ayah Putri dan bapak Naina pernah merantau bersama. Mereka adalah saudara sepupu. Ayah Putri menikah lebih dulu, saat Putri lahir ayahnya belum memiliki pekerjaan tetap. Ia dan istrinya harus membanting tulang demi menghidupi keluarga, bapak Naina adalah seorang kuli bangunan saat di perantauan. Bapak Naina selalu membantu kebutuhan mereka bahkan menjaga Putri saat tak ada proyek.
Hot Chapters