PERNIKAHAN KEDUA
Rumah Eyang, aku wakafkan untuk yayasan sosial, menampung anak-anak terlantar dan tunawisma.
"Bibik-bibik dan semuanya saya minta untuk tetap disini. Sambil menunggu donatur, saya akan menyuplai semua kebutuhannya. Dan masalah gaji, tak ada yang berubah."
Itu adalah keputusanku. Betapa banyaknya rumah kosong dan tak terpakai. Rumah Eyang, rumah Om Reyhan, Rumah Villa yang sudah diatas namakan diriku oleh Bang Zaid. Sementara setiap hari aku melihat ada banyak orang-orang miskin yang bahkan harus membentang lembaran koran di bawah jembatan untuk bisa sekedar memejamkan mata.