Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Milky Legends

Milky Legends

Untuk apa kalian kesini? Ria berbisik kepada Saito yang berada di sampingnya, “Dia ngomong bahasa apa sih?” “Aku pun tidak tahu.” Jawab Saito yang juga kebingungan. “Aku punya ide.” Kata Saito kemudian dia menggunakan sebuah alat penerjemah. Kemudian Saito mencoba alat tersebut.. “Maaf, Kami disini ingin bertemu dengan teman kami. Mereka berada di dalam.” Ujar Saito mencoba berbicara di dalam alat tersebut. Kemudian Alat tersebut mengatakan sesuatu hal..
9.810.6K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as saat kita
Read
+Library
SABDA: Putra Sang Jenderal

SABDA: Putra Sang Jenderal

tanya Sekar dengan suara tercekat. “Ngapain apa, Ma?” tanya Sakti, belum menangkap maksud Sekar. Usianya baru empat tahun. Pertanyaan bermakna tersirat seperti itu masih sulit dipahami olehnya. “Itu loh, tiap pagi harus gimana,” jawab Sekar memberi petunjuk.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as saat kita
Read
+Library
Hati yang Tak Direstui

Hati yang Tak Direstui

“Ohgitu" "Iya, kita searah kan pasti kamu ambil jadwal yang sama juga.. gimana kalo kita naik kereta bareng aja? kamu udah beli tiketnya belum?" "Boleh.. boleh ayo bareng aja.. aku udah beli sih tadi, ini tinggal nunggu keretanya dateng aja." "Oke kalo gitu, eh kita duduk di sana yuk.. ada kursi kosong tuh, lumayan kan nunggu nya lama hehe"
10650 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as saat kita
Read
+Library
Cinta kita bersemi lagi

Cinta kita bersemi lagi

"Kita adalah sahabat, Kalia. Sahabat seharusnya saling membantu, bukan saling menyembunyikan sesuatu." Pada saat itu, pintu klinik terbuka dengan tergesa-gesa dan Bu Siti masuk dengan wajah pucat seperti kain putih, tangannya menekan bagian perut atas dengan kuat. "Rafi... aku merasa sangat sakit... seperti ada yang menusuk di dalam perutku," ujarnya dengan suara gemetar sebelum tubuhnya mulai goyah ke kanan.
497 viewsCompletedAdded to Library 10 Times as saat kita
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Better an oops than a what if **** Jangan pernah menunggu karena tidak akan pernah ada waktu yang tepat adalah salah satu quotes yang selalu aku gunakan ketika sedang merasa ragu untuk melakukan sesuatu. Seperti saat ini contohnya. Apakah aku yang harusnya memulai percakapan? Atau membiarkan kecanggungan karena diantara kami tidak ada yang mengawali pembicaraan? "Sori ya, Bang. Jadi ngerepotin." Tiba-tiba gadis kecil yang berdiri di depanku ini memulai pembicaraan tanpa menatap ke arahku.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as saat kita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status