Jodoh Malaikat Pelindung
"Jadi bisa?"
"Mau coba?"
"Ehm," Sasa pura-pura berpikir, sok jual mahal. "Mau," katanya kemudian.
Badai tertawa, tapi ia pasrah saja saat Sasa mendorongnya menyandar pada leher sofa. Keduanya berciuman, saling memagut penuh kerinduan. Seakan kuda yang dilepas tali kekangnya, Sasa tampak liar di atas Badai. Ia ciumi Badai hingga leher dan dadanya. Dilepasnya satu per satu kancing baju sang suami, meski tak ia lepas sepenuhnya, hanya ia biarkan dada telanjang itu terekspos sempurna dengan satu tato baru nan cantik di sana. Cherry Blossom.
Hot Chapters