Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Kopi hitam itu menggenang, berbusa aneh saat menyentuh lantai semen. "Apa-apaan kau, Pak Tua?!" bentak Elang kaget dan marah. Hendra tidak menjawab. Dia berjalan tenang mendekati genangan kopi itu. Dari barisan bangku, dia mengeluarkan seekor cicak yang dia tangkap dengan sangat gerakan tangan yang sangat cepat. Dia melempar cicak itu ke genangan kopi. Hanya dalam hitungan tiga detik, cicak itu kejang-kejang, lalu mati kaku dengan perut meledak.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 27 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Sebelum Terlarang Untukku

Sebelum Terlarang Untukku

“Good. Keep it that way.” Gelap tak selalu kelam, buktinya kopi hitam yang manis dapat memberikan kejutan kepada raga yang mengantuk. Alia menyesap kopi hitamnya yang tersisa sambil duduk santai di bar. Matahari terlihat malu-malu mengintip di ufuk timur, melemparkan semburat keemasan yang membiru.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Menikah Lagi untuk Membalas Sakit Hati

Menikah Lagi untuk Membalas Sakit Hati

katanya singkat kepada barista yang menghampirinya dengan senyuman ramah. Guntara menyandarkan tubuhnya di kursi, mencoba menenangkan pikirannya yang terus berputar. Tidak lama kemudian, secangkir kopi hitam disajikan di depannya. Asap tipis mengepul dari cangkir itu, menyebarkan aroma yang menenangkan. Ia menyesap kopi itu perlahan, membiarkan rasa pahitnya memenuhi mulutnya, seolah ingin melupakan rasa pahit di hatinya.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Psychofagos: Pemakan Jiwa

Psychofagos: Pemakan Jiwa

Tiba-tiba, pria berbaju hitam tadi meninggalkan warung dengan dua cangkir kopi kosong dan empat buah keping Hella-mata uang yang digunakan Negara Yamaisia. “Haus kali tuh orang ya? Hahaha, minum dua cangkir kopi gak sampai selesai kedip,” celoteh Narto dengan kesan medok yang khas. Malam semakin sunyi, Narto dan Rehan baru saja usai menghabiskan secangkir kopinya dan membayar, namun sebelum mereka pergi, kabut hitam tiba-tiba datang, semilir angin dingin yang tadinya terus berhembus kini diam seakan memerintah kabut hitam itu agar tetap berada di sekitar warung kopi tersebut.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 164 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Istri Dadakan Sang Presdir

Istri Dadakan Sang Presdir

Ia mengangkat kepalanya, menatap Sekar dengan sorot mata tenang. “Hmm… boleh. Kopi hitam saja.” “Baik.” Sekar mengangguk cepat, seolah senang bisa sedikit berguna. Ia berbalik, melangkah menuju dapur. Hanya beberapa menit, dan ia kembali dengan secangkir kopi hangat di tangannya. Dengan hati-hati ia meletakkannya di meja kerja Ethan. “Minumlah. Setidaknya kau akan jauh lebih rileks,” katanya sambil tersenyum tipis.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Aku Bukan Madu Biasa

Aku Bukan Madu Biasa

Pagi yang cerah itu, Alysa duduk di balkon apartemen milik Nuri sembari menyesap secangkir kopi hitam tanpa gula. Alysa tahu jika kopi hitam tanpa gula lebih berkhasiat untuk tubuh dibanding dengan kopi yang pakai gula. Alisa memandangi pemandangan di sekitar apartemen milik Nuri. Tidak disengaja Alisa melihat sosok wanita cantik yang sedang menikmati hangatnya sinar matahari pagi.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Pengantin di Gerbang Hitam

Pengantin di Gerbang Hitam

Ada kelegaan yang ia sembunyikan dengan buruk. “Aku belum menemukan alasan logis untuk pergi,” jawab Aruna tanpa menoleh. Ia sedang menuang kopi, terlalu santai untuk seseorang yang baru saja memutuskan tinggal di rumah yang penuh rahasia. “Dan kopi di dapurmu lumayan. Itu faktor penting.” “Jadi ini bukan soal aku?” “Jangan ge-er. Kopi dulu, ego belakangan.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

Ina yang menanyakan pesanan para pemancing itu. "Pesen apa, Bang?" "Biasa. Kopi hitam jangan diaduk." Rima mencatat setiap pesanan dengan tulisan lengkap. "Jangan gitu, Rima. Kalau kopi hitam tulis kopi, kalau kopi luwak tulis luwak, begitu juga dengan yang lain. Kopi hitam nggak diaduk berarti kopi pahit. Tulis aja kopi P. Nggak usah panjang - panjang." Rima mengangguk mengerti.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Suara gilingan biji kopi yang berisik menutupi isak tangis kecil yang lolos dari bibirku. Aku benci kopi hitam tanpa gula.
9.472.6K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Uap kopi berganti bentuk: > “Maaf.” > “Kesempatan kedua.” > “Tempat yang tidak menuntut.” Dimas mengangguk pelan. “WarKoDuBa bukan tentang bayar atau tidak. Tapi tentang rasa yang tak sempat disampaikan.” --- Tiba-tiba, pria itu berdiri. Ia mengeluarkan sebuah kantong kecil berisi... biji kopi hitam keunguan yang berdenyut seperti jantung.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as secangkir kopi hitam
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status