Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Hanya menunjuk papan tulis, lalu menulis: “Aku kira aku akan bosan. Tapi ternyata, di diam itu… aku ketemu aku.” Satu per satu, anak-anak mulai menulis kalimat pendek: “Aku nggak tahu pikiranku bisa sekacau ini sebelum diam.” “Kenapa ya, aku takut diam?” “Ternyata diam bisa bikin aku tenang, bukan karena hening… tapi karena aku nggak harus jawab apa-apa.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat

ucapnya lagi sebelum benar-benar meninggalkan Adit yang masih membisu **** Malam itu sunyi. Hanya detak jam dinding yang terdengar di kamar itu. Adit duduk di kursi rodanya di sudut kamar, tatapannya kosong mengarah ke jendela yang tertutup tirai. Ucapan Amara terus terngiang dalam benaknya, seperti gema yang menolak padam. "Sepertinya yang di katakan Amara ada benarnya juga, aku tidak boleh membenci diriku sendiri," gumamnya dalam kesendirian
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

Mungkin, ini memang cara semesta mengingatkannya. Bahwa sejak awal, Alfa adalah seseorang yang terlalu jauh untuk digapai. Bahwa perasaan ini seharusnya tidak pernah tumbuh. Tapi sekuat apa pun ia mencoba menolak, ia tahu satu hal pasti—suka dalam diam itu bukan sesuatu yang bisa dengan mudah dihapus. Dan untuk kesekian kalinya, ia hanya bisa menghela napas, berharap esok hari pikirannya bisa sedikit lebih tenang.
933 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Menantuku Selalu Diam Di Kamar

Menantuku Selalu Diam Di Kamar

tanya Mama Wati, yang aku tidak tahu siapa namanya. "Maaf, Mamanya Wati, memang rumahku tidak semegah dan sebagus ini. Tapi yang namanya bertamu biar semegah dan sebetah apapun tempat yang kita kunjungi, tetap saja itu tempat orang. Jadi lebih nyaman tinggal dan diam di rumah sendiri kan, walaupun rumah kita butut, atau berupa gubuk sekalipun," sahutku.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Ucap Miranda saat itu "Apa yang membuatmu tidak percaya diri jika hatiku yang memilihmu sayang? kamu membuatku merasa nyaman, kamu bisa membuatku merasa bahagia, kamu yang apa adanya membuatku merasa tenang disampingmu" Ucapku "Hm,, mulai deh gombalnya!"
8.545.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 946 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana Pagi Cepatlah berganti Sampaikan pada mentari Berikan pesan agar dia kemari Setelah berpuisi aku tertidur lelap.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

I close my eyes and I can see (Kupejamkan mata dan aku bisa melihat) A world that's waiting up for me that I call my own (Sebuah dunia yang menungguku yang kusebut duniaku) Through the dark, through the door (Melawan kegelapan, melewati pintu) Through where no one's been before (Melewati tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya) But it feels like home (Tapi tempat ini seperti rumah) Beberapa pengunjung kafe mulai menyadari kehadirannya, membuat gadis itu menundukkan kepalanya karena malu. Namun, tetap melanjutkannya. Sudah terlanjur basah, nyebur saja sekalian. They can say, they can say it all sounds crazy (Mereka bisa mengatakan, mereka bisa mengatakan semui ini terdengar gila) They
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

"Noh berendem di kubangan, pasti kau segar. Hahaha." Aku tertawa puas. Dia hanya diam. Aku menghentikan tawaanku kaku. "Pulanglah. Tinggalkan aku sendiri." Katanya singkat. Aku sebenarnya sangat tak enak padanya. "Kenapa diam? Pulang aja." Katanya lagi. "A aku di sini aja." Ucapku. Dia terp singkat. Dia menghembuskan nafas berat singkat. "Hem. Kau tak perlu merasa bersalah."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Dalam Diam Ia Mengikatku

Dalam Diam Ia Mengikatku

“Aku tahu.” “Tapi kamu masih bertindak kayak kamu sendirian.” Kalimat itu… mengenai. Ronghuā menahan napas sejenak. “Aku gak terbiasa.” “Mulai sekarang, biasain.” Sunyi. Tapi kali ini, sunyi itu… tidak sepenuhnya dingin. Ronghuā menghela napas, lalu akhirnya menekan tombol panggil. Nada sambung terdengar.
10478 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Kalau anak sekecil itu bisa melihat retakannya, mungkin retakan itu memang nyata. Ia berhenti menulis. Menatap halaman putih yang masih luas. Lalu menulis lagi. [ “Aku selalu bilang pada diri sendiri, diam itu bukan berarti kalah. Tapi sekarang aku mulai ragu, diam itu apa? Bentuk pertahanan, atau cara perlahan menyerah?”]
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sendiri sendiri ku diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status