Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Paman Seno
Baca
+Pustaka
DINIKAHI PRIA KAYA DARI KOTA

DINIKAHI PRIA KAYA DARI KOTA

Berbeda waktu kami berpapasan berdua saja, ia bahkan tak mau repot-repot menyapa. "Padahal Kamu sama Mina seumuran loh, Nirma. Sementara Mina sudah nenikah sejak lama, Kamunya masih gini-gini aja, harusnya Kamu ambil contoh dari dia. Nih ya, kemarin saja aku baru berkunjung ke kota, bahagia sekali dia, aku sebagai Ibu turut bahagia lihatnya. Sekarang saja Mina sama Viki lagi di sini, katanya Mina kangen dengan suasana kampung, biasalah orang kota, haha." "Buk Diah beruntung sekali, ya, punya menantu dari kota, mana orang kaya."
774 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Dewa Kuno Bangun Di Kota

Dewa Kuno Bangun Di Kota

Zhen Zhi bergumam di dalam hatinya. 'Saat merasakan energi spiritual di dunia ini, walaupun penuh dengan kotoran, aku juga merasakan sedikit aura kuno. Seperti dugaanku, terdapat beberapa pusaka alam dewa di kota ini. Dalam cerita Legenda dituliskan, jika beberapa pusaka suku dewa kuno jatuh ke alam bawah, tidak ada yang tahu kebebarannya, dan tidak ada yang berani memeriksanya. Ternyata yang dituliskan dalam cerita itu benar adanya.'
61.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

Langit sore di kota itu berwarna jingga keemasan, seperti biasa tenang, indah dan menipu. Alya berdiri di pinggir trotoar, memandang matahari yang perlahan tenggelam di balik gedung-gedung tua. Sudah lama ia tidak benar-benar memperhatikan senja seperti ini. Dulu.. senja selalu berarti satu hal: Rendra
417 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

Tak butuh waktu lama, motor matic itu sudah berada di jalanan yang berdebu, karena musim kemarau yang mulai datang. Sampai di warung bakso, Nanta segera memarkirkan kendaraannya ditempat yang teduh. Dia berlari kecil untuk bisa berjalan di samping Tiara yang meninggalkan Nanta, saat pemuda itu sedang memarkirkan motor milik Tiara. "panasnya hari ini, coba tadi kita pakai mobil aja, kan nggak keringetan gini." Nanta menyeka peluh di dahinya dengan sapu tangan yang selalu siap di sakunya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Dongeng Zanna

Dongeng Zanna

ujarnya tersenyum. Mereka berdua berjalan ke arah parkiran motor, tanpa bisa menahan lagi, Zanna bertanya, "memangnya di sini selalu sepanas ini, Bu?" tanya Zanna yang merasa tersiksa karena kepanasan. "Iya, Nak. Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi sangat panas. Kecuali Bogor agak sejuk, karena hujan di sana tidak mengenal musim, makanya dijuluki kota hujan, he he he," sahut ibu Bahtiar.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

“Ya, kurasa juga seperti itu.” Suasana yang terlihat damai di sekeliling keduanya, membuat mereka yang kini berada di sekitarnya juga merasakan hal yang sama. Melihat apa yang membuat rasa sakit semakin perih adalah begitu mengingat mereka yang kini sudah tidak lagi berada di dunia ini. Perlahan-lahan seperti senja yang memudar berganti dengan kegelapan malam. Banyak sekali air mata yang tertuang tidak terhitung. Selama mereka masih berada di bawah banyang-banyang kegelapan dan teror, tidak akan ada yang berakhir dalam ketenangan. Apa pun itu, selamanya dan bahkan mungkin tidak akan menemukan titik terang semudah yang di harapkan oleh semua orang yang ada di sini. Saat ini, Freya yang masih
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

ucapku "Oh iya, Mbak. Ini saya juga mau lanjut kerja," ucap Mas Aditia sembari menyalakan mobilnya kembali. Dia pun berlalu dengan melambaikan tangannya ke arahku. Aku hanya senyum, merasa agak heran saja sih. Aku pun bergegas masuk ke resto Star Food, kudapati Annisa telah menunggu di dalam. "Assalamualaikum," ucapku sembari menyalami Annisa yang tengah duduk di pinggir ruangan yang dihias bunga dan dedaunan segar, sangat menyejukkan mata yang memandangnya.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Dendam Titisan Ashura

Dendam Titisan Ashura

“Kalau dirasa merepotkan tidak apa-apa. Aku bisa pergi sendiri dan-“ “Tidak! T-tidak merepotkan, Raksha! Kamu bisa ikut ke kampungku untuk masa senggang ini! K-kota Rasagama mungkin tidak istimewa dan besar seperti Udayana, tetapi aku pastikan kalau kota itu juga cukup menyenangkan! Percayalah padaku!” Sena mendadak berapi-api untuk meyakinkan Raksha. Dia merasa malu lagi saat sadar raut muka Raksha yang keheranan. “I-itupun…kalau kamu mau, Raksha…” lanjutnya malu-malu. Raksha terkekeh. “Baiklah, aku harap aku tidak merepotkanmu ya, Sena. Biar kubantu mencari kereta kuda untuk perjalanan kita nanti.”
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan 37 ** Sagara benar-benar menghabiskan hari itu bersama wanita keduanya, kebahagiaan yang tercipta membuat ia melupakan masalahnya dengan orang tuanya. Bahkan, ia lupa ada orang yang tengah mengincar keberadaannya di kota ini. "Aw!" pekik Senja sambil memegangi perut bagian bawahnya. "Kenapa?" tanya Sagara panik.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai senja di kota
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status