IBU SUSU UNTUK ANAK PEWARIS
Anyelir menarik napas panjang, sebelum menggeser simbol gagang telepon berwarna hijau di layar ponselnya.
“Assalamualaikum, Ma?” Anyelir menyapa dengan senormal mungkin.
“Waalaikum salam, Nye. Apa kamu sibuk?” Tak ada yang aneh dari nada bicara Aira. Masih sama, ramah seperti biasa.
“Masih ada sedikit pekerjaan, Ma. Mungkin selesai sekitar jam duaan. Kenapa, Ma? Ada yang bisa aku bantu?” Dengan penasaran yang membuncah, Anyelir mencari tahu.