Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dinikahi Pria Kutu Buku

Dinikahi Pria Kutu Buku

Tentu, Najma tahu di daerah mana saja yang membutuhkan literasi. Izyan mengambil kertas A4. Mencoret-coret, membuat perkiraan rencana yang akan dilakukannya bertujuan memberikan manfaat pada sesama. Tangan dan otaknya berirama membentuk sebuah lengkungan, garis, serta titik sketsa. Senyum di wajah Izyan mengembang. Lalu bergumam, "Bismillahirrahmanirrahim ...."
1.5K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

tanyanya, menatap Danang yang masih sesekali menyendok nasi dengan malas. Danang mendongak, menghela napas pendek. “Hampir siap. Tapi aku belum puas dengan konsep digital campaign yang ditawarkan tim konten. Aku sudah minta mereka revisi. Target engagement masih terlalu rendah dibanding dengan alokasi anggaran.” Yoga mengangguk pelan. “Memang butuh pendekatan baru. Sekarang pasar makin jenuh. Butuh sesuatu yang out of the box.”
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 929 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ancaman Digital Ketegangan meningkat ketika Aeterna mencoba melakukan peretasan terhadap museum virtual tersebut. Mereka ingin mencuri "ruh" dari tulisan Lia—sebuah kode etik penulisan yang dianggap paling murni dalam sejarah literasi modern.
810 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Sebuah pesan tersembunyi yang sengaja dibuat untuk memilah siapa yang cukup cerdas untuk membacanya. "Ini bukan data rusak," ucap Reihan, sebuah seringai dingin perlahan muncul di wajahnya yang pucat. "Ini adalah surat tantangan. Dia sengaja meninggalkan ini karena dia bosan bermain dengan polisi-polisi bodoh yang tidak tahu cara membaca kode. Dia sedang mencari lawan yang sebanding di dunia digital."
790 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Fondasi. Jadi dia tetap masuk kelas. Menulis makalah. Duduk di belakang ruang kuliah, kadang di samping Lana yang akan meliriknya setiap kali ponselnya bergetar. “Dominasi digital bisa nunggu,” bisik Lana sambil membalik halaman buku.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Hestia

Hestia

"Ya ampun, Kak Cass!" "Tapi ekspresi kamu lucu." Dari meja makan, Artemis menoleh curiga. "Kalian ngomongin apa?" "Kriminalitas digital," jawab Cassandra cepat. "Apa?" bro Artemis langsung tidak percaya. "Cinta modern." Artemis terlihat semakin bingung. Sementara Patra hanya bisa menghela napas panjang, tidak tahu apakah dirinya baru saja ditenangkan atau justru dibuat semakin gelisah.
10935 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

--- Beberapa hari kemudian, Nara mengunjungi kantor Literasia untuk diskusi lanjutan. Gedung tinggi. Ruang rapat dengan layar besar. Tim muda dengan semangat menyala. Pemimpin redaksi, Ibu Mirna, seorang perempuan karismatik yang langsung berkata, > “Kami tidak ingin kamu jadi mesin. Kami ingin kamu jadi mercusuar. Jadi kurator suara perempuan Indonesia yang selama ini teredam.” Tawaran itu tidak main-main.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Tapi ia juga tahu, kalau ia diam, akan ada lebih banyak lagi yang merasa karyanya bisa dipakai semaunya. Malam itu, ia duduk di meja, membuka laptop, dan mulai menulis artikel panjang berjudul “Menulis di Era Digital: Antara Suara dan Kepemilikan.” Artikel itu kemudian dikirimkannya ke salah satu media literasi daring.
88.4K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

“Kamu tak sendiri. Ingat itu saat takut datang.” Di sisi lain kota, Rendra duduk tenang—terlalu tenang. Ia menerima info dari anak buahnya bahwa akun-akun baru sudah menyebar—ada lonjakan traffic. Ia menyesap wine dan tersenyum. “Biarkan mereka bermain,” gumamnya. “Kalau mereka pikir bisa menjebak aku lewat perang digital, mereka tidak tahu mana jebakan dan mana perangkap.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Danang yang sedang meninjau laporan kesehatan mingguan Savita di tabletnya, hanya mendongak sekilas dengan wajah datar. “Bisa nggak volume suaranya dikurangi? Kita di penthouse, Maia, bukan di pasar kaget. Lagipula, kesuksesan Mbak Vita itu sudah terprediksi secara statistik sejak audio itu bocor.” “Statistik matamu!” Maia melotot. Dia sangat siap memulai perdebatan harian mereka. “Ini tuh soal emosi, soal hati! Mana ada data yang bisa ngukur gimana rasanya jutaan wanita di Indonesia ngerasa terwakili sama tulisan Mbak Vita? Kamu tuh mending urus aja botol infus di RS daripada sok tahu soal dunia literasi!”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as tantangan literasi digital
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status