Kinara Setengah Manusia Setengah Burung
Rhara menangis sekencang-kencangnya.
Dua sahabat itu sedang mengenang kehidupan asal masing-masing. Satu hal yang membuat mereka sakit, tetapi tidak berdarah. Rindu! Ya, sebuah kata yang ringan saat diucapkan, tetapi menggenggam makna yang dalam terbalut sejuta angan tengtang harapan, cinta, penantian, dan keputus asaan. Semangat juang mereka berada di titik terendah. Dada terasa sakit. Air matanya belum berhenti menetes. Ia ingin kembali bermain basket, membaca buku-buku favoritnya, dan menikmati makanan yang dimasak oleh mamanya. Kamarnya selalu hangat lengkap dengan selimut tebal di atasnya. Falseland begitu dingin, tanpa selimut tanpa perapian. Rhara sudah menyalakan api unggun.
Hot Chapters