SELIR HATI
“Aku tidak tahu. Bagian dari diriku ingin tinggal, karena di sini aku merasa, aku masih punya tempat. Tapi bagian lainku, entah kenapa terasa tertarik ke utara. Seperti ada sesuatu yang menunggu.”
Beberapa hari kemudian, utara kembali mengirim utusan. Kali ini tidak hanya Ardan, tapi juga seorang perempuan tua yang mereka sebut Ibu Penjaga. Wajahnya penuh keriput, sorot matanya tajam tapi hangat.
Saat ia melihat Gita, matanya langsung berkaca-kaca. “Gita Nur… anakku…”
Gita terpaku. Hatinya seperti ditusuk. “Ibu?”
Bab Populer