Dendam Wanita Teraniaya
Kirana menunduk dalam-dalam, suaranya lirih.
Wira mendesah, “Sudahlah, ayo teruskan makannya, aku sangat lapar.”
Mendengar itu, Kirana gegas duduk kembali di kursi di hadapan sang majikan.
Dia kembali menyendok hidangan, kemudian menyodorkannya ke mulut Wira, tangannya masih gemetaran.
Wira melirik tangan lentik yang gemetar itu, dia mendengkus, “Hei tenanglah, kamu itu tidak sedang menyuapi seekor harimau ‘kan, jadi tidak perlu takut.”
Bab Populer