Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

Keduanya duduk di depan warung yang bertuliskan ‘buka 24 jam’ Warung ini seperti warteg, tapi tidak juga seperti warteg. Dipenuhi dengan lampu-lampu membuat sekeliling yang gelap terlihat terang. Terlihat nyaman untuk dinikmati di malam yang dingin ini, apalagi ditambah adanya penjual sate, jagung dan makanan yang dibakar lainnya, menambah kesan betah untuk siapa saja yang mampir. “Mau minum? Teh, susu, kopi atau—”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as warung bernadette
Read
+Library
Dokter Cinta Pemikat Hati

Dokter Cinta Pemikat Hati

Ia tak menyangka, perjuangan selama ini akhirnya berhasil dan mungkin akan berguna juga untuk pihak lain, secara tidak langsung. “Mungkin kau tak akan meminta ini secara langsung, Zanara. But you’ll thank me later,” ucapnya, bermonolog. Bernadette kemudian duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan meja tersebut, membuka sebuah lemari kecil dan menekan beberapa digit kode pada benda berbahan besi yang ada dalam lemari kecil tersebut. Ia meletakkan kertas yang merupakan berkas perceraian itu di dalamnya. Bersama dengan barang berharga lain yang ia miliki.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as warung bernadette
Read
+Library
Martabak Setan

Martabak Setan

Sambil sesekali mengamati pengunjung di warung tersebut. Setelah satu jam menunggu, yang ditunggu pun tiba. Seoarang Nenek tua yang berjalan sedikit membungkuk masuk kedalam warung. Itulah Nenek yang bernama Mak Ude Sobel si pembuat martabak setan. Setelah mengambil uang hasil penjualan, sang Nenek berjalan menuju pulang. Dengan berjalan kaki saja, Mak Ude Sobel memasuki gang kecil dan berjalan lurus kedepan. Kemudian melewati jalan setapak di samping kawasan pemakaman Umum, dan berjalan lurus.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 491 Times as warung bernadette
Read
+Library
Hatiku direbut Berondong

Hatiku direbut Berondong

teriak Ibu warung memberi petunjuk. Kami melaju lagi, mengikuti petunjuk itu, hati berdebar kencang. Setelah melewati jalan tanah menanjak yang berbatu, kami melihat papan nama kecil yang kusam, "Kebun Kopi dan Teh Makmur Jaya." Di samping papan itu, sebuah mobil berwarna hitam dengan kaca gelap, terparkir di balik rimbunnya pohon. Mobil itu tampak mencolok dan asing di tengah keheningan alam.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as warung bernadette
Read
+Library
Perjalanan Yang Mendebarkan

Perjalanan Yang Mendebarkan

Nanti di area istirahat depan, aku coba lihat ada menjual pakaian dalam, nggak? [Iya, barangmu masih menegang?] Aku berkata dalam hati, ‘tentu saja, kamu puas sendiri, sedangkan aku harus menahannya dari tadi!’ [Belum apa-apain, sudah pasti bakal tegang terus, dong! Bagaimana kalau tante bantu aku menuntaskannya?] Aku membalasnya sambil setengah bercanda. [Aku nggak berani! Kamu jangan aneh-aneh lagi, ya. Aku lihat di navigasi Mona sebentar lagi sampai di area istirahat, nanti kita turun dan bersihkan diri di sana.]
15.4K viewsCompletedAdded to Library 446 Times as warung bernadette
Read
+Library
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

ujar Bu Nur merasa heran. “Saya itu dari tadi menunggu kamu lewat sampai perut saya ketonvongan. Sekarang kamu buatkan dulu saya lontong pecel dua piring plus bakwan lima ribu,” seru ibu pemilik warung. Akhirnya dagangan Bu Nur yang dikatakan Bu RT tidak enak dan jorok habis sebelum jam delapan pagi. Dan ia bergegas pulang untuk menyiapkan pesanan Nadya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as warung bernadette
Read
+Library
Fitnah untuk suamiku

Fitnah untuk suamiku

Deni tak habis pikir jika Sherly semakin memanfaatkan keadaan supaya semakin dekat dengan Radit. "Terimakasih, Sher," Radit menerima dengan senang hati dan segera membersihkan semua keringat di wajahnya. "Apa ada yang mau ke warung?" Deni bertanya kepada Sherly dan Radit. Di pos dua ada warung yang bisa digunakan pendaki untuk mengisi tenaga. "Tidak perlu, Kak. Logistik masih banyak dan ke warungnya ditunda kalau sudah turun aja," sahut Sherly.
63.8K viewsOn holdAdded to Library 94 Times as warung bernadette
Read
+Library
Rawon Daging Ayah Mertua

Rawon Daging Ayah Mertua

Namun Sayang Kami harus berhenti karena Pak Beni pemilik warung itu pulang ke Jawa ke kampungnya setelah Ibunya meninggal dunia. "Yok masuk, janah! jangan khawatir di dalam banyak pegawaimu yang sedang memilah barang-barang ada Mamak ku juga." ucap Imron, seolah tahu kekhawatiran ku jika masuk kedalam hanya berdua saja. Aku masuk kedalam dan memang ternyata banyak orang di sana, tempatnya terlihat kecil dari luar nyatanya di dalam ruangannya lebar dan terlihat lega juga nyaman.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as warung bernadette
Read
+Library
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

---- Benar saja, ada lagi pesan dari Nurul ---- //Waiit.... Mas share lok ya ---- Alif kemudian memfoto waralaba tersebut, yang tertulis jelas alamatnya masih di kawasan Anyer. ---- /Huuffttt masih jauh ya kamu mas, yaudah ati-ati ya kalo capek istirahat dulu ---- Sesaat kemudian ia membalas. ---- //Siyaaap bosss ----
106.2K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as warung bernadette
Read
+Library
WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

Ucap Bude Parni sambil berlalu masuk ke dalam rumah, darah tingginya bisa kambuh lama-lama bicara dengan adik iparnya itu. Di lain tempat, Asna dan Aska sudah berada di depan warung soto Mbok Karsiem. Warung soto Mbok Karsiem sangat ramai oleh pengunjung yang akan membeli sotonya. Benar-benar luar biasa penglaris celana dalamnya Mbok Karsiem. “Ayo, Mbak,” ajak Aska, ia berjalan lebih dulu masuk ke dalam warung soto milik Mbok Karsiem, diikuti Asna dari belakangnya.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as warung bernadette
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status