Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Dia menempelkan kedua telapak tangannya ke kaca dingin inkubator.
Di dalam sana, terbaring sosok yang sangat kecil.
Altair.
Tubuhnya merah kebiruan, kurus, dan rapuh. Kulitnya tipis, hampir transparan. Kabel-kabel sensor menempel di dada mungilnya yang naik turun dengan cepat dan tersentak-sentak. Selang bantu napas terpasang di hidung dan mulutnya.
Dia terlihat seperti burung kecil yang jatuh dari sarang sebelum sayapnya tumbuh. Menyedihkan. Lemah.