Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi
Dan Puti Champo melirik pada Antaguna dengan mendelik sebab pria itu sedang menahan tawanya.
“Maaf, maafkan aku,” kata Antaguna kemudian. “Itu nama yang aneh dan bertolak belakang dengan keadaan lumpur itu sendiri yang hitam pekat dan berbau busuk, Tuan Gadih.”
“Yah, aku tahu apa yang kau pikirkan,” balas sang wanita. “Nama yang tidak cocok,” katanya lagi. “Akan tetapi, kata emas di sini bukanlah menunjukkan warna, tidak pula pada semula jadi lumpur itu sendiri, melainkan pada keampuhannya yang wah. Hanya segelintir orang saja yang mengetahui bahwa lumpur jenis ini mampu mengobati banyak hal.”
Hot Chapters