Namanya, Kalendra
"Santai, Mbak. Ini bukan pertama kalinya kok saya naik motor malam-malam. Kalau ngebut juga, saya enggak masalah. Cuma yang saya khawatirkan malah Mbak yang nantinya malah enter wind."
Aku terdiam sama beberapa saat, berpikir tentang kata terakhir yang dia ucapkan. Mataku langsung membulat kemudian setelah mengerti apa maksud dari ucapannya itu.
"Maksudnya, masuk angin?"
Dia tertawa terbahak saat aku begitu lama baru mengerti dengan ucapannya.
"Sok Inggris, dasar!"
Tawanya makin lebar, sedang aku hanya tersenyum di balik tubuhnya. Lalu tanpa perduli dengan apapun yang dia pikirkan, aku kembali merangkul kan lenganku di perutnya.
ตอนยอดนิยม