Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Pesona Model Arogan

Terjerat Pesona Model Arogan

Fio dengan malas akhirnya mengikuti juga. Setibanya di resepsionis, mereka agak tercengang melihat ada sebuah buket bunga mawar merah yang tergolong cukup besar bertengger di meja resepsionis, hingga membuat si pemilik meja tak nampak karena tertutup besarnya buket. "Uwoooo... Buket nyet... Gede banget." Seru Ipeh "Wah... Pake hadiah nggak nih? Biasanya ada hadiahnya." Kata Ijul cepat.
9.922.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

"Ya, terima kasih." Adinda menghirup dalam-dalam aroma harum yang dihasilkan dari mawar merah. Konon katanya, mawar merah melambangkan sebuah cinta, romantisme, dan keberanian. Mungkinkan dengan memberikan buket mawar merah ini sebagai simbol pengungkapan cinta Sena pada dirinya? "Suka?" tanya Sena. "Ya, terima kasih banyak, Sen. Semua ini terlalu indah. Gue ngerasa hari ini menjadi wanita beruntung yang bisa merasakan momen seindah ini."
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Orang ketiga.

Orang ketiga.

Sebuah buket mawar merah tergeletak di atas meja. Warnanya begitu mencolok, indah tapi asing. Ia menatapnya lama, mencoba mengingat apakah hari itu ulang tahunnya—tidak. Apakah ada acara kantor—tidak juga. Perlahan, ia mengangkat bunga itu, menelusuri kelopaknya dengan ujung jari. Lembut. Dingin. Membingungkan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Menikah demi Warisan

Menikah demi Warisan

Buket mawar telah rusak sepenuhnya, kelopak merah dari mawar menyemburat terbang dan mendarat di gaun putih Kainan. "Tugasku akan segera selesai," ungkap pria itu dengan senyum bengisnya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Api Dendam Brianna

Api Dendam Brianna

Beberapa karyawan juga memilih untuk masuk lewat pintu yang sama setelah memarkirkan kendaraan mereka. Rasa bahagiaku bertambah dua kali lipat saat aku melihat sebuah buket bunga mawar merah besar di atas mejaku. Dia memberi bunga untuk dua hari sekaligus. Bila dugaanku benar, maka ada empat puluh satu tangkai mawar di buket ini.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Perempuan Dalam Kotak Warisan Nenek

Perempuan Dalam Kotak Warisan Nenek

Untunglah di menit-menit terakhir sebelum toko tutup, kami berhasil mendapatkan buket bunga itu. Eli sangat menyukai warna merah, menurutku itu memang sangat cocok dengan kepribadian yang sangat berani. Bima juga memesan sebuket bunga mix mawar merah dan anggrek merah, itu juga bunga yang sangat disukai oleh Eli. Mungkin karena mereka sudah bersama begitu lama, Bima sangat berusaha untuk memberikan semua yang Eli sukai.
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Kesatria Mawar

Kesatria Mawar

Ukuran bunga di sana sangatlah besar, bisa disebut raksasa dengan warna yang memanjakan mata, juga aroma khas tiada duanya. “Wah, dia beda sendiri!” komentar Kyra begitu melihat bunga berukuran normal seperti di dunia manusia. Meskipun jauh lebih kecil dibandingkan bunga lainnya, bunga itu memiliki jumlah yang tak terhitung, hingga tampak menggunung dan menjadi yang paling tinggi. Kyra menjadi penasaran. Dia mendekat dan hampir menyentuh mahkota cantik berwarna putih keunguan.
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Sebelas Tangkai Mawar

Sebelas Tangkai Mawar

Bagas langsung merebut buku yang di pungut Rara itu, dan menatap Rara tidak suka. "Pak, itu adalah 𝘱𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘚𝘪𝘯𝘵𝘢! Kenapa bapak mengambil seenaknya!" Rara kembali merebut buku itu dari tangan Bagas. Perebutan buku tidak dapat di elakkan, seperti dia bocah yang memperebutkan permen.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

"Ah, i … iya. Silahkan." "Berikan buket yang paling spesial di sini." "Baik. Akan segera aku ambilkan." Nayla bergegas mengambil sebuah buket mawar merah besar yang hampir seukuran dua kali tubuhnya. "Ini buket paling spesial di florist kami."
10389.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.8K kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Venomous Rose : Mawar Berbisa

Venomous Rose : Mawar Berbisa

Mereka bertiga mundur perlahan, tetap mematung dengan ngeri memandang reaksi yang ditimbulkan ketika seseorang meminum ramuan mawar berbisa buatan Nenek Dukun tersebut. Arfian terus tersedak-sedak tanpa henti. Pandangannya berkunang-kunang, yang membuatnya menyaksikan batang-batang tanaman mawar perlahan tumbuh dari seluruh sudut toilet perempuan. Dari garis-garis lantai, atas dinding, langit-langit, nampak sulur-sulur berduri dari tanaman mawar mencuat dan menuju ke arahnya. Namun yang paling membuatnya ngeri adalah sulur yang paling besar di antara semuanya. Sulur itu datangnya dari sebuah mawar berwarna merah pekat berukuran raksasa tepat di hadapannya. Arfian dengan tangan yang sangat be
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai buket mawar merah besar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status