DITOLAK OM-OM
Gak terkecuali Ibuk yang dulu sering gethok kepalaku pakai centong nasi kalau aku bandel gak bisa dikasih tahu.
"Ngapain harus rajin les segala. Biar rangking paling bawah yang penting lulus. Cita-cita anakmu bukan jadi pilot atau dokter, Buk, tapi menikah muda. Ya, walaupun gak sama CEO. Semuanya sudah terwujud sekarang, menikah dengan seseorang yang dia cintai sejak kecil. Pilihnya pinter kan, Buk?"
"Iya, Ibuk mengakui untuk urusan kriteria suami. Sisy jatuh ke tangan yang tepat." Ibuk menyeka air matanya dengan ujung daster, udah senyum lagi.