Ibuku Bukan Wanita Biasa
jawab Paul.
Riana duduk di kursinya, menopang dagu, mengetuk-ngetuk jari di atas meja.
"Jadi, mengapa mereka mengincar putraku, Paul?"
Pria yang dipanggil Paul itu berdehem pelan, "Maaf, tapi kami tidak menemukan petunjuk apa pun tentang itu."
Riana menghela napas, "Informasi apalagi yang kau ketahui?"
"Keamanan mereka mengendur, mungkin karena pergantian pimpinan juga mengganti beberapa ketentuan. Kurasa, jika begitu terus akan mudah untuk kita menyusup. Namun, masalahnya..." Paul lagi-lagi menjeda ucapannya.