ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN
tunjuknya, pada sosok pemuda dua puluh lima tahun, yang sedang berjalan pelan di antara dua rak buku di sana.
Eka tidak mempertanyakan kemunculan pemuda itu di sini, sebagai ini adalah perpustakaan, sudah tentu yang datang pasti ingin mencari buku untuk sekedar mencari informasi.
"Sebaiknya aku pergi aja. Sebelum tuh cowok ngomel lagi," gerutunya dengan mulut seperti orang yang komat-kamit.
Kalau boleh jujur, Eka masih belum melupakan kejadian tempo hari, ketika tanpa sengaja berpapasan dengan pemuda itu di ruangan ini.