Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

Namun Karena dia terlalu terburu-buru, beberapa belanjaannya terjatuh. "Biar aku bantu." Ucap Junos. "Tidak usah." Jawab Glyn singkat. "Aku pemuda baik-baik, jangan berfikir yang tidak-tidak." Ucapnya sambil melontarkan senyum. "Dimana kau tinggal ?." Tanyanya lagi. "Sarah N4." Jawab Glyn Masih singkat. "O, disana rupanya." Jawab Junos. "Mari, lady's first.." ucapnya.
9.92.8K viewsOn holdAdded to Library 67 Times as carta senja
Read
+Library
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.2K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as carta senja
Read
+Library
SENJA YANG KELABU

SENJA YANG KELABU

ucap Sari. Mereka melangkah kekasir untuk membayar, Saat sedang membayar dikasir, pintu minimarket dibuka oleh seorang wanita muda, ia adalah Sinta didampingi oleh Angkasa, Sari yang menoleh secara tak sengaja saling berpandangan dengan Angkasa, Angkasa yang kaget karena suatu kebetulan sekali, bisa bertemu di minimarket, sekaligus merasa senang bertemu dengan Sari, karena bagi Angkasa, sari itu gadis baik dan berbeda dari gadis - gadis yang dikenalnya, dan bisa membuat Angkasa nyaman.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as carta senja
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as carta senja
Read
+Library
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

tanya Lutfi Lutfi tersenyum miring, "Mau fokus ke Santoso dulu Dit baru nanti kita berdua lanjut perang buat dapetin Inna." "Oke siapa takut Fi." Dito menjabat tangan Lutfi untuk menyatakan perang secara damai mendapatkan sang pujaan hati. Karena bagaimanapun mereka berdua sahabat enggak akan tega melukai hati sahabatnya. --- Hai guys maaf kalau makin hari makin gaje, gimana nih menurut kalian ceritanya? Menurut kalian pencurinya harus di bebaskan atau dibiarkan lari begitu saja ?
103.3K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as carta senja
Read
+Library
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Arka. "Kumohon ... percayalah padaku Tiara, jika nanti aku sudah berhasil, kupastikan, aku akan menemuimu disini, saat senja mulai datang dengan semburat jingga yang menawan, seperti yang kau suka." lagi lagi Arka meyakinkan Tiara. "Baiklah kalau itu sudah menjadi tekadmu Arka, Kuhanya ingin engkau tau disini ada gadis penyuka senja yang setia menunggumu," sendu suara Tiara mengikhlaskan kepergian kekasih hati.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as carta senja
Read
+Library
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

tanya Gio dengan senyuman. “Arnette Douman.” “Saya Gio Valkyrie. Panggil saja Gio. Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, silahkan menghubungiku,” ucap Gio sambil memberikan sebuah kartu nama dirinya kepada Gadis itu dan kemudian dia pergi meninggalkannya di sana.
5.2K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as carta senja
Read
+Library
Pembalasan Istri yang Kehilangan

Pembalasan Istri yang Kehilangan

"Apa kau melupakan perjanjian kita? Bukankah ini saat yang tepat?" Senna justru menepis tangan Evander. Dia mengambil sesuatu dalam dompetnya lalu melemparkan kartu tepat di depan wajah Evander. "Gunakan uang ini untuk mencari wanita yang dapat memenuhi kebutuhanmu. Aku tidak mood untuk melakukannya dengan orang yang telah menggagalkan rencanaku!" Evander menatap kartu tersebut dengan ekspresi campur aduk antara kejutan dan kekesalan. "Senna, apa maksudmu ini?"
105.7K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as carta senja
Read
+Library
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Dia sebenarnya lagi ingin menyendiri, menenangkan hatinya yang terus bergemuruh, dan meronta karena kesakitannya. Rey mengangguk setuju dan membolehkan Senja keluar, bahkan dia memberikan kartu kreditnya jika Senja membutuhkan uang lebih, tapi Senja menolak. Mendapat persetujuan Rey, Senja mulai membenahi segala yang dai butuhkankan. Tas yang dia pakai pun, tidak luput dari pengecekannya. Dia harus memastikan tidak ada yang tertinggal, termasuk dompetnya. Tapi pandangannya kini jatuh pada kertas berbentuk persegi. Senja masih ingat, siapa pemilik kertas tersebut.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as carta senja
Read
+Library
Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

“Karena kamu sudah banyak membantuku. Sekarang giliranku, membalas kebaikanmu," Langit menghela napas panjang. “Nenekku lebih cerewet dari Mamaku. Biasanya dia juga membawa cucu angkatnya. Dia, sedikit merepotkan.” “Apa dia menyukaimu?” “Iya.” “Tenang saja. Akan kuurus dia,” jawab Senja percaya diri. “Ambil ini.” Langit mengulurkan sebuah kartu ATM. “Belikan Oma hadiah.” Tanpa ragu, Senja menerimanya. “Terima kasih.”
1013.5K viewsOngoingAdded to Library 474 Times as carta senja
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status