Aturanmu, Bukan Aturanku!
"Pelacur! Sekarang baru tahu salah? Terlambat! Kalau aku belum puas hari ini, jangan harap kamu bisa pergi!"
Aku menjerit kesakitan, gigiku bergemeletuk, lalu menoleh putus asa ke arah Luca.
"Luca! Kamu benar-benar nggak takut sama identitasku? Kalau kamu terus membiarkan dia berbuat seenaknya, kamu pasti akan menyesal!"
Luca tertawa meremehkan. "Identitas? Kamu bisa punya identitas apa? Paling cuma perempuan yang menggunakan cara-cara kotor untuk membujuk ayahku ...."