Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Kael mengembuskan napas pelan setelah pintu kamarnya tertutup. Kini hanya dirinya seorang yang berada di dalam ruangan itu. Ia berjalan perlahan, mengamati setiap sudut kamar. Ukiran-ukiran pada dinding tampak dibuat dengan sangat teliti. Perabotannya terbuat dari kayu berkualitas tinggi, sementara lampu-lampu kristal menghiasi langit-langit ruangan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Petani Terkuat

Petani Terkuat

Jaka duduk bersila di atas tempat tidur. Kamar itu sederhana. Dindingnya tidak terlalu mulus, lemari kayu tua berdiri di sudut, dan meja kecil di dekat jendela dipenuhi beberapa barang harian. Dari celah jendela, angin malam masuk perlahan, membawa udara dingin dari luar. Suara jangkrik terdengar samar, bercampur dengan detak jam dinding yang stabil.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Kamar 2A

Kamar 2A

Hanya diam sebentar, lalu berjalan memandu Rara menaiki tangga. Tangga menuju lantai dua berderit setiap kali diinjak. Lampu lorong berkedip-kedip, memancarkan cahaya kuning pucat yang membuat dinding tampak seperti kulit tua yang mengelupas. Rara melirik pintu-pintu kamar lain. Sebagian tertutup rapat, sebagian setengah terbuka, namun tak ada suara apa pun. Sunyi. Terlalu sunyi.
576 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Saat Hasrat Menjadi Dosa

Saat Hasrat Menjadi Dosa

Satu kursi yang dibaut ke dinding. Tidak ada cermin, barang pribadi semuanya diatur sedemikian rupa agar tidak ada celah pasien untuk bersembunyi. Dindingnya putih pucat, warnanya seperti sudah lama kehilangan nyawa. Di sudut atas, sebuah kamera kecil mengarah lurus ke dalam kamar. Jendelanya sempit, tinggi, dan berlapis teralis. Anggun duduk menatap kami, tapi saat ia melihat ke arah Dharma. Ia langsung berdiri.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

JIN PENGHUNI RUMAH KOSONG LEBIH PERKASA DARI SUAMIKU

Ia kemudian masuk kamar lalu mengangkat tubuh sang wanita pujaan keluar kamar lalu lenyap. “Ah, di mana aku?” Dinda terbangun saat tubuhnya menggigil tanpa berbalut sehelai kain pun di atas pembaringan besar berkasur tebal. Matanya memidai sekeliling ruangan. Seluruh dinding berwarna keemasan dengan dengan kaca jendela amat besar yang mampu membingkai langit dengan segala isinya.
1075.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Suamiku Nikah Lagi Saat Aku Jadi TKW

Suamiku Nikah Lagi Saat Aku Jadi TKW

“Siap, Sayang. Besok Abang akan suruh tukang bangunan buat nge-cat kamarmu!” “Gak mau! Kalau orang lain yang nge-cat gak bagus nantinya. Aku mau kamu yang nge-cat, Sayang ....” Dinosaurus berpikir kemudian mengangguk. Aku tersenyum bahagia. Satu persatu akan kubuat kalian menderita. “Bang, tolong bawain barang-barangku ke sini!” Berjalan cepat, menuju kamar paling depan. Membuka pintu, terlihat masih sangat lengang. Hanya ada ranjang ukuran king size dan juga lemari yang ukurannya lebih kecil dari kamar sebelumnya.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Balasan untuk Suami Hidung Belang

Balasan untuk Suami Hidung Belang

Anehnya di dalam kamar mandi terdapat sebuah sumur timba. Inggit menghempaskan tangan Denny yang sejak tadi digandengnya. “Siapa yang mau duluan? Aku apa kamu?” tanya Denny, memandang Inggit yang masih memandang kamar mandi dengan wajah cemberut. Bagaimana tidak? Dinding kamar mandi yang hanya berdinding anyaman bambu, yang tidak rapat. Pisang juga bisa lolos, dari dinding anyaman bambu ini.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

Anak dari wanita yang akan dipersuntingnya itu justru sibuk mengawasi sekeliling ruangan dengan tatapan bingung. Perpaduan warna tembok pink dengan gorden putih menambah kesan feminim kamar berukuran empat kali empat meter itu. Bad berukuran besar, ditambah lemari ukir serta meja belajar yang menjadi satu dengan meja rias ada di dalam sana. Boneka-boneka milik Dinis ditata rapi di atas kasur. “Dinis, bilang apa sama Pak Harun?” Resmi yang menghargai apa yang telah dilakukan oleh pria yang ada di sampingnya--mengelus pundak Dinis.
1019.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 477 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Pertama

Bukan Cinta Pertama

Mereka kini berada di lorong dimana pintu-pintu kamar berderet-deret saling berhadapan. "Pintu di depan kamar utama itu pintu ruangan apa ya mang?" Pintu itu bersebelahan dengan pintu kamarnya sendiri. "Ruang kerja tuan muda." Ivanka mengangguk-angguk, baru menyadari kalau rumah tua yang antik ini dindingnya telah dilapisi wallpaper berbunga warna krem yang cantik sekali. “Mamang yang masang wallpaper, ini... kertas pelapis dinding dengan motif ini?”
416 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

ucapnya setengah berbisik. Langkah ini menapak memasuki ruangan yang menunjukkan keakraban. Dinding berlapis kayu dan ornamen batu alam. Perapian berasal dari besi hitam, menggantung di kelilingi tiga sofa besar. Ini bukan kamar, tetapi seperti apartemen lengkap dengan beberapa bagian seperti rumah. “Itu Daniel yang memakai selimut merah.”
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dinding kamar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status