Hey, Danish!
Danish setengah bergumam, kentara sekali kalau dia tidak senang, padahal biasanya Danish santai saja.
“Bukannya kata kamu remedial itu kesempatan kedua? Dan semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua?” Danish mendongak menatap sang ibu. “Nggak apa-apa, Nish. Beberapa orang ditakdirkan untuk berjuang lebih keras dari yang lainnya. Ikut aja remedial, nggak apa-apa, meski jawaban kamu benar semua pun tetap ditulis nilai standar. Bukan itu poinnya. Bukan angka, tapi pemahaman kamu terhadap materi yang diujikan. Apakah kamu berhasil menguasainya di percobaan kedua?”
Hot Chapters